Mengenal Perbedaan FAT dan NTFS

Posted by Nicki Hermanto Putro On Tuesday, 31 May 2016 0 komentar


Perbedaan File System FAT dan NTFS Kelebihan dan Kekurangan
Halo sobat nickizoner, dimanapun kalian berada semoga dalam keadaan baik-baik saja ya. Aamiin. Topik bahasan kali ini nickizoner membahas tentang teknologi penyimpanan berkas. Kemungkinan kalian sudah mengenalnya dua format tersebut yang tidak asing lagi, yaitu FAT dan NTFS, sistem tersebut adalah sebagian dari file  sistem pemetaan data yang terdapat pada media peyimpanan data seperti harddisk, flashdisk, memory card , dll. Namun ada yang tahu tidak keunggulan dan kekurangan dari sistem penyimpanan tersebut dan ada yang tahu apa  itu FAT dan NTFS itu?

FAT
Sistem berkas FAT atau FAT File Sistem singkatan dari File Allocation Table adalah sebuah sistem berkas yang menggunakan struktur tabel alokasi berkas sebagai cara dirinya beroperasi. Untuk penyingkatan, umumnya orang menyebut sistem berkas FAT sebagai FAT saja. Kata FAT sendiri adalah singkatan dari File Allocation Table, yang jika diterjemahkan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Tabel Alokasi Berkas. Arsitektur FAT sekarang banyak digunakan secara luas dalam sistem komputer dan kartu-kartu memori yang digunakan dalam kamera digital atau pemutar media portabel.

FAT pertama kali dikembangkan oleh Bill Gates dan Marc McDonald, pada tahun 1976-1977. Sistem berkas ini merupakan sistem berkas utama untuk sistem operasi yang ada saat itu, termasuk di antaranya adalah Digital Research Disk Operating Sistem (DR-DOS), OpenDOS, FreeDOS, MS-DOS, IBM OS/2 (versi 1.1, sebelum berpindah ke sistem HPFS), dan Microsoft Windows (hingga Windows Me). Untuk disket, FAT telah distandardisasikan sebagai ECMA-107 dan ISO/IEC 9293. Standar-standar tersebut hanya mencakup FAT12 dan FAT16 tanpa dukungan nama berkas panjang, karena memang beberapa bagian dalam standar nama file panjang di dalam sistem berkas FAT telah dipatenkan.

Sistem berkas ini digunakan oleh sistem operasi MS-DOS (hanya versi FAT12 dan FAT16), Windows (hampir semua versi Windows; untuk versi FAT yang didukung olehnya lihat pada bagian versi), GNU/Linux, dan masih banyak sistem operasi lainnya yang juga mendukung, termasuk Macintosh Mac OS/X.

FAT12
FAT12 adalah sistem berkas yang menggunakan ukuran unit alokasi yang memiliki batas hingga 12-bit, sehingga hanya dapat menyimpan maksimum hingga 212 unit alokasi saja (4096 buah). Sistem berkas ini adalah sistem berkas asli dari FAT yang pertama kali digunakan dalam sistem operasi MS-DOS.

Karena beberapa sistem operasi Windows menggunakan ukuran unit alokasi sistem berkas yang dibuat berdasarkan ukuran sektor (kelipatan 512 byte, dari 1 sektor hingga 16 sektor), FAT12 memiliki batasan pada kapasitasnya, yakni hingga 32 Megabyte. Karena itulah, FAT12 umumnya hanya digunakan sebagai sistem berkas untuk media penyimpanan floppy disk (disket). Tabel berikut berisi informasi sistem operasi apa saja yang mendukung sistem berkas FAT12.

Sistem operasi
Dukungan
MS-DOS
Ya (semua versi MS-DOS)
Windows 95 (semua versi)
Ya
Windows 98
Ya
Windows Millennium Edition
Ya
Windows NT 3.x
Ya
Windows NT 4.0
Ya
Windows XP
Ya
Windows Server 2003
Ya
Windows Vista
Ya


FAT16
FAT16 adalah sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 16-bit, sehingga dapat menyimpan hingga 216 unit alokasi (65536 buah). Sistem berkas ini memiliki batas kapasitas hingga ukuran 4 Gigabyte saja. Ukuran unit alokasi yang digunakan oleh FAT16 bergantung pada kapasitas partisi yang hendak diformat: jika ukuran partisi kurang dari 16 Megabyte, maka Windows akan menggunakan sistem berkas FAT12, dan jika ukuran partisi lebih besar dari 16 Megabyte, maka Windows akan menggunakan sistem berkas FAT16. Tabel berikut berisi informasi sistem operasi apa saja yang mendukung sistem berkas FAT16.

Sistem operasi
Dukungan
MS-DOS
Ya (versi 4.x ke atas); Tidak (sebelum versi 4.x)
Windows 95 (semua versi)
Ya
Windows 98
Ya
Windows Millennium Edition
Ya
Windows NT 3.x
Ya
Windows NT 4.0
Ya
Windows 2000
Ya
Windows XP
Ya
Windows Server 2003
Ya
Windows Vista
Ya

VFAT (Virtual FAT)
VFAT adalah sebuah variasi sistem berkas FAT16 yang mendukung nama berkas panjang, hingga 255 karakter. Sistem berkas ini diintegrasikan ke dalam sistem operasi Windows 95 dan Windows NT 3.51. Meskipun mendukung nama berkas panjang, sebenarnya dalam struktur sistem berkas ini tidak ada perubahan yang signifikan. Bahkan nama berkas panjang akan memakai beberapa entri direktori secara sekaligus.

FAT 32
FAT 32 adalah yang merupakan perkembangan dari FAT 16 di perkenalkan oleh Windows 95 SP2. FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlat cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT16. Sistem ini dapat dibaca di berbagai operating sistem seperti windows dan Linux namun di sistem table ini masih ada kekurangannya.


Gambar di atas adalah properties dari Local Disk dengan File system format FAT32. 
Berikut ini kelebihan dan kekurangannya :
Kelebihan :
1.    baik untuk menghandle kapasitas hardisk yang tidak terlalu besar.
2.    Terbaca Diberbagai operating sistem.
3.    Dapat menampung jumlah cluster yang lebih banyak dibanding FAT 16.
Kekurangan :
1.    Tidak dapat menangani file dengan kapasitas yang besar diatas 32 GB.
2.    Tidak ada fitur keamanan.
3.    Tidak ada fitur kompresi data.
4.    Tidak ada fitur enskripsi data.

Dan berikut ini adalah data ukuran maksimal dan spesifikasi pada sistem FAT32 :
- Max ukuran filer 4 Gigabyte
- Max jumlah file 65.517
- Max panjang nama file 255
- Max ukuran partisi 2 Terabyte
- Memiliki file permission

NTFS
NTFS merupakan singkatan dari New Technology File System adalah file berkas yang terbaru dari sebelumnya (FAT32) yang diperkenalkan oleh Windows yang digunakan hingga sekarang. File berkas ini lebih baik dari pada file berkas sebelumnya karena dilengkapi berbagai fitur tambahan yang tidak ada terdapat dari file berkas yang terdahulunya.

NTFS merupakan sistem file yang memiliki sebuah desain sederhana namun memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan sistem file FAT. Dalam NTFS, semua data file data (nama file, tangal pembuatan, ijin akses, isi dan lokasi) disimpan dalam metadata pada Master File Table (MFT).

NTFS pertama kali dikenalkan Microsoft pada sistem operasi Windows NT (1991-2007) dan mendukung sistem operasi terbaru mulai Windows 7.



Dari gambar di atas sudah dapat dilihat berbagai fitur NTFS yang terdapat pada tab nya , dan berikut ini adalah kelebihan serta kekurangannya.
Kelebihan :
1. Dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna.
2. Mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan.
3. Mendukung kompresi data yang transparan meskipun tidak memiliki rasio yang besar, dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan harddisk. 
4.  Mendukung hard link serta symbolic link seperti halnya sistem berkas dalam sistem operasi keluarga UNIX, meskipun dalam NTFS implementasinya lebih sederhana.
5. Mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255 karakter.
6. Memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data dalam sebuah berkas.

Kekurangan:
1. Tidak support dengan banyak sistem operasi Lawas.
2. Tidak bisa terdeteksi ketika melakukan boot dengan floopy.
 
Namun, umumnya NTFS tidak kompatibel dengan sistem operasi lain yang terinstall di komputer yang sama (Multi OS) bahkan sistem file ini juga tidak dapat dikenal apabila kita melakukan StartUp Boot menggunakan floppy disk. Karena itu, disarankan untuk menyediakan partisi kecil menggunakan sistem file FAT di awal partisi, karena partisi ini dapat digunakan untuk menyimpan Recovery Tool apabila mendapat masalah.

Sejak pertama kali dibuat, NTFS telah mengalami perkembangan. Berikut versi dari sistem file NTFS:
NTFS versi 1.0 
NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 3.1. Versi ini menawarkan fungsi yang sangat dasar, tetapi sudah jauh lebih baik dibandingkan sistem file FAT.

NTFS versi 1.1
NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 3.50. Versi ini menambahkan dukungan terhadap pengaturan akses secara diskrit (discretionary access control).

NTFS versi 1.2
NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 4.0. Versi ini menambahkan dukungan terhadap auditing setiap berkas dan juga kompresi transparan.

NTFS versi 2.0
NTFS ini tidak dirilis Microsoft secara umum, karena berbagai kendala yang dialaminya. Microsoft menggagalkan proyek NTFS 2.0 dan langsung menginjak NTFS 3.0.

NTFS versi 3.0
NTFS ini datang bersama dengan Windows 2000. Versi ini menawarkan banyak peningkatan dibandingkan dengan versi sebelumnya. Di antaranya adalah penetapan kuota kepada setiap pengguna, Encrypting File System (EFS), sistem keamanan yang dapat diatur dari server pusat, fitur indeksasi terhadap properti dan isi setiap berkas, dan lain-lain. Selain itu, NTFS 3.0 juga menawarkan dukungan kepada struktur GUID Partition Table dan Logical Disk Management.

NTFS versi 3.1 
NTFS ini datang bersama dengan Windows XP SP1 dan Windows Server 2003. Versi ini menawarkan perbaikan minor yang terjadi dalam versi sebelumnya (khususnya di bidang performa), dan juga penggantian algoritma enkripsi yang digunakan oleh EFS dari DESX atau 3DES menjadi AES-256.

Secara garis besar, perbandingan antara FAT32 dengan NTFS adalah sebagai berikut:

1.       Kecepatan akses
Secara umum NTFS mempunyai kecepatan akses file yang lebih baik daripada FAT32.
Ukuran partisi dan banyak file
NTFS dan FAT32 mempunyai ukuran maksimal partisi sebesar 2 Terabytes. Ukuran maksimal file NTFS tidak terbatas sesuai ukuran partisi, begitu juga dengan jumlah cluster NTFS tidak terbatas. Sementara ukuran maksimal file FAT32 sebesar 4 Gigabyte dan dengan jumlah cluster maksimal 268.435.456 cluster.

2.       Keamanan data
NTFS memiliki built in security yang memungkinkan untuk mengatur permission dari masing-masing file maupun direktori, sedangkan FAT32 tidak memilikinya.

3.       Daya tahan
NTFS menggunakan standard transaction logging sehingga pemulihan terhadap kesalahan yang tidak diinginkan dapat dilakukan dengan mudah.

4.       Efisiensi penggunaan disk space
NTFS lebih hemat daripada FAT32 karena NTFS menggunakan cluster yang lebih kecil.

5.       Kecocokan dengan sistem file lain
Partisi yang menggunakan NTFS hanya dapat diakses oleh partisi lain yang juga menggunakan NTFS. Partisi yang menggunakan NTFS tidak dapat dibaca oleh partisi yang menggunakan FAT32. Partisi yang menggunakan FAT32 dapat diakses oleh partisi lain baik yang menggunakan FAT32 maupun NTFS. FAT32 lebih compatible, baik dengan FAT32 sendiri maupun NTFS.

Dan berikut ini adalah data ukuran maksimal dan spesifikasi pada sistem NTFS:
- Max ukuran filer 16 Exabyte.
- Max jumlah file 4.294.967.295.
- Max panjang nama file 255.
- Max ukuran partisi 16 Exabyte.
- Memiliki fitur enkripsi dan file permission.

Dan berikut ini adalah table perbandingan di antara NTFS dan FAT :
Karakteristik
NTFS
FAT32
FAT16
Jumlah berkas dalam satu volume
232-1 berkas
228 berkas
228 berkas
Berkas atau subdirektori setiap direktori
Tidak terbatas
216-2 berkas atau direktori
216-2 berkas atau direktori
Kompatibilitas dengan sistem operasi DOS
Tidak
Tidak
Ya
Dapat dual-booting dengan Windows 95/98
Tidak
Ya (Windows 95 OSR 2.0 ke atas)
Ya (Semua versi)
Kompresi data transparan
Ya
Tidak
Tidak
Enkripsi Transparan
Ya (versi 3.0 ke atas)
Tidak
Tidak
Penetapan kuota ruangan untuk tiap pengguna
Ya
Tidak
Tidak
Ukuran berkas maksimum
264 - 1 byte
232 - 1 byte
232 - 1 byte
Ukuran cluster minimum
512 bytes (1 sektor)
512 bytes (1 sektor)
512 bytes (1 sektor)
Ukuran cluster maksimum
64 KB (128 sektor)
64 KB (128 sektor)
64 KB (128 sektor)
Ukuran partisi maksimum
232 cluster
4,177,198 cluster
2 Gigabyte (bisa sampai 4 Gigabyte pada Windows NT)
Jumlah berkas tiap partisi
232 - 1 berkas
228 berkas
216 berkas
Jumlah direktori tiap partisi
Tidak Terbatas
216 - 2 direktori
216 - 2 direktori

Format file NTFS mempunyai minimum cluster size 4 KB di harddisk, jadi sekecil apapun file yang kita buat akan dihitung sebesar 4 KB di harddisk. sedangkan Format file FAT32 cluster sizenya 32KB, jadi misalkan kita mempunyai file notepad yg isinya kecil pada saat kita save file tersebut akan tersimpan sebesar 32 KB di harddisk, dari sini bisa diambil kesimpulan juga kalau format file NTFS bisa lebih menghemat space di harddisk. NTFS merupakan teknologi baru sehingga secara keseluruhan performa meninggalkan FAT32 bila kita terapkan pada tahun sekarang ini.

Demikian pembahasan mengenai file sistem FAT dan NTFS serta perbedaannya baik kelebihan dan kekurangannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada saran atau komentar jangan ragu untuk menulis di kolom komentar ya. Kritik dan saran yang membangun akan sangat berguna untuk perbaikan artikel ini khususnya dan blog nickizoner pada umumnya.
Terimakasih.

Sumber:
1. http://www.notepedia.info/2015/02/perbedaan-fat32-dan-ntfs-kelebihan-dan.html  diakses hari Sabtu, 28 Mei 2016, 21:34 WIB.
2. https://id.wikipedia.org/wiki/FAT#FAT12  diakses hari Selasa, 31 Mei 2016, 10:53 WIB.
3. http://www.gudangilmukomputer.com/2015/12/mengenal-sistem-file-file-system-pada-microsoft-windows.html    diakses hari Selasa, 31 Mei 2016, 11:26 WIB.
4. https://id.wikipedia.org/wiki/NTFS   diakses hari Selasa, 31 Mei 2016, 11:28 WIB.

READ MORE

Memahami Serangan Denial of Service

Posted by Nicki Hermanto Putro On Sunday, 13 March 2016 0 komentar
Memahami Serangan Denial of Service

Dalam artikel ini saya akan menjelaskan mengenai jenis serangan yang bisa dikatakan tidak ada obatnya, yaitu denial of service atau DoS. Bila serangan DoS ini dilakukan secara beramai-ramai dan terorganisir dengan baik, maka akan menghasilkan kerusakan yang dahsyat dan sanggup melumpuhkan situs-situs populer seperti situs berita, sosial media, email service, pemerintahan, belanja online, e-commerce, perbankan.

Mengenal DoS

Denial of service adalah jenis serangan yang tujuannya adalah mencegah pengguna yang sesungguhnya menikmati layanan yang diberikan server. Server sesuai namanya adalah pelayan yang harus selalu siap melayani permintaan pengguna, yang umumnya beroperasi 24 jam tanpa henti. Contohnya adalah web server yang bertugas melayani pengunjung web menyediakan informasi dalam bentuk halaman html. Dalam kondisi normal, pengunjung dapat meminta resource dari web server untuk ditampilkan dalam browsernya, namun bila web server terkena serangan DoS maka pengunjung tidak bisa menikmati layanan web server.

Secara umum ada 2 cara melakukan serangan DoS:

  1.  Mematikan Server
  2. Menyibukkan Server
        - Tanpa bug/vulnerability
        - Meng-exploit bug/vulnerability

DoS dengan Mematikan Server: Kill Them!

Anda pernah mengalami ingin memakai telepon umum atau ATM namun tidak bisa karena di mesin tersebut ditempel kertas berisi pesan “Out of Service” atau “Sedang dalam perbaikan”. Telepon umum adalah target serangan DoS yang biasa terjadi, dimana-mana kita menemukan telpon umum yang rusak karena serangan DoS seperti membanting gagang telpon, mencabut kabel, memecahkan LCD dan aksi-aksi lainnya.

Tujuan serangan ini adalah membuat server shutdown, reboot, crash, “not responding”. Jadi serangan ini menghasilkan kerusakan yang sifatnya persisten artinya kondisi DoS akan tetap terjadi walaupun attacker sudah berhenti menyerang, server baru normal kembali setelah di-restart/reboot.

Bagaimana cara serangan DoS ini dilakukan? Serangan ini dilakukan dengan meng-exploit bug/vulnerability pada server. Kata kunci pada vulnerability jenis ini biasanya adalah “specially/carefully crafted packet/request”, yang artinya paket yang dirancang khusus. Kenapa dirancang khusus? Sebab dalam paket itu mengandung  sifat tertentu yang membuat server mati ketika mengolah paket khusus itu.

Mari kita perhatikan beberapa contoh vulnerability yang berakibat pada DoS attack:

Ping of Death ( CA-1996-26 )

Ini adalah jenis bug yang sudah sangat tua. Praktis sudah tidak ada lagi sistem yang vulnerable terhadap bug ini. Bug ini bila diexploit akan membuat server crash, freeze atau reboot. Serangan ini dilakukan dengan mengirimkan “specially crafted” paket berupa oversized ICMP packet, yaitu paket yang ukurannya di atas normal. Ketika server menerima dan memproses paket yang “aneh” ini, maka server akan crash, freeze atau reboot. Ini adalah contoh serangan DoS “one shot one kill” karena bisa merusak server hanya dengan satu tembakan saja.

MySQL IF Query DoS ( SA25188 )

Bug ini akan membuat mysql server menjadi crash hanya dengan mengirim sql khusus yang mengandung fungsi IF() contohnya: “SELECT id from example WHERE id IN(1, (SELECT IF(1=0,1,2/0)))”. Ini juga jenis serangan “one shot one kill”.

Cisco Global Site Selector DNS Request Denial of Service (SA33429)

Bug ini membuat DNS server Cisco mati dengan mengirimkan beberapa “specially crafted” paket request DNS dalam urutan tertentu.

Tiga contoh di atas kiranya cukup memberikan gambaran tentang bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah attacker memanfaatkan (baca:mengexploit) bug yang membuat server berhenti bekerja dan biasanya dilakukan sendirian secara remote dengan mengirimkan specially crafted packet.

DoS dengan Menyibukkan Server: Make Them As Busy As Possible!

Pada waktu menjelang lebaran kita sering merasa begitu sulit mengirim sms, bahkan sering terjadi gagal kirim. Begitu juga ketika berlangsung acara kuis di TV, mengelpon ke nomor untuk menjawab kuis terasa begitu sulit.  Hal ini terjadi karena ada begitu banyak orang yang mengirim sms pada saat lebaran dan menelpon pada waktu kuis sehingga membuat jaringan telekomunikasi menjadi begitu sibuk sampai tidak bisa melayani pengguna lain. Peristiwa itu mirip dengan yang terjadi ketika sebuah server mendapat serangan denial of service. DoS yang terjadi pada peristiwa tersebut bukan jenis DoS yang mematikan server, namun jenis DoS yang menyibukkan server.

Jenis DoS ini bersifat sementara, server akan kembali normal bila attacker berhenti mengirimkan request yang membuat sibuk server.

DoS jenis ini terbagi lagi menjadi 2 jenis berdasarkan cara melakukan serangan:

   1. Exploiting vulnerability: Menyerang dengan malicious request/packet
   2. No vulnerability exploitation: Menyerang dengan normal request/packet

Membuat server sibuk dengan mengexploitasi vulnerability lebih cepat daripada tanpa mengeksploit vulnerability.

Make Server Busy by Exploiting Vulnerability

Dalam serangan DoS jenis ini, attacker memanfatkan bug yang membuat server berlebihan dalam menggunakan resource (cpu,memory,disk space dsb). Attacker akan mencari cara bagaimana agar membuat server bekerja ekstra keras (jauh lebih keras dari request normal) untuk melayani request dia. Biasanya serangan DoS jenis ini tidak berupa serangan “one shot one kill”. Serangan dilakukan dengan melakukan banyak request dengan setiap request membuat server mengonsumsi lebih banyak resource dari request yang normal.

Dalam hitungan matematika sederhana, bila attacker bisa membuat server bekerja selama 10 detik  hanya untuk melayani dia (misal normalnya 0,1 detik), maka attacker bisa mengirimkan request 1.000x untuk membuat server melayani dia selama 10.000 detik (2,7 jam lebih) sehingga membuat pengguna lain tidak bisa menikmati layanan server.

Untuk lebih memahami DoS jenis ini, mari kita lihat contoh-contoh vulnerability yang bisa diexploit untuk melancarkan serangan DoS jenis ini:

TCP SYN Flood DoS

Ini adalah serangan DoS yang sudah sangat tua. Attacker menyerang dengan cara membanjiri server dengan malicious request berupa paket SYN dengan fake source IP address. SYN packet adalah paket dari client yang mengawali terbentuknya koneksi TCP/IP, setelah itu server akan membalas dengan SYN-ACK, dan dilengkapi dengan paket SYN-ACK-ACK dari client, tiga proses ini disebut three way handshake.

Triknya adalah pada fake source ip address pada paket SYN dari client. Akibatnya server akan mengirim SYN-ACK (step 2) ke ip address yang salah sehingga server juga tidak akan mendapatkan balasan SYN-ACK-ACK dari client. Padahal untuk setiap client yang mencoba membuka koneksi, server akan mengalokasikan resource seperti memori dan waktu untuk menunggu datangnya balasan ACK dari client. Dengan cara ini attacker menghabiskan resource server hanya untuk melayani request palsu dari attacker.

Apache mod_deflate DoS

Apache menggunakan mod_deflate untuk memampatkan file. Bila visitor meminta sebuah file, maka apache akan menggunakan mod_deflate untuk memampatkannya kemudian mengirimkan ke visitor tersebut. Namun bila di tengah proses pemampatan, visitor memutuskan koneksi TCP, Apache masih terus bekerja memampatkan file untuk visitor yang sebenarnya sudah tidak ada (sudah disconnect). Jadi bugnya adalah pada borosnya pemakaian resource cpu untuk memampatkan file untuk client yang sudah tidak ada.

Attacker memanfaatkan kelemahan ini dengan meminta sebuah file yang berukuran besar, kemudian dalam waktu singkat memutuskan koneksi sehingga membuat server bekerja keras mempatkan file untuk visitor yang sudah tidak ada. Request ini diulang berkali-kali sampai server begitu sibuknya dan semua resource cpu habis.

Dua contoh vulnerability di atas cukup menjelaskan bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah dengan mengirim banyak malicious request/paket  yang membuat server mengonsumsi resource lebih banyak dan lebih lama untuk setiap requestnya.

Make Server Busy Without Exploiting Vulnerability

Ini adalah jenis serangan yang mengandalkan pada kemampuan mengirimkan normal request sebanyak-banyaknya sehingga server menjadi sibuk. Perbedaan DoS jenis ini dengan DoS yang mengexploit vulnerability adalah pada requestnya. Request yang dikirimkan pada DoS jenis ini adalah request yang normal seperti yang dilakukan pengguna biasa, sehingga server tidak mengonsumsi resource berlebihan. Sedangkan DoS yang mengandalkan vulnerability mengirimkan specially crafted malicious request untuk membuat server mengonsumsi resource lebih banyak untuk melayani malicious request tersebut.

Normal request hanya membuat server mengonsumsi resource dalam jumlah biasa-biasa saja, tidak akan mengganggu kerja server secara keseluruhan. Diperlukan normal request dalam jumlah yang sangat banyak untuk membuat server terganggu kerjanya. Jadi agar serangan ini menjadi efektif, maka serangan harus dilakukan beramai-ramai dari banyak tempat, semakin banyak penyerang semakin bagus hasilnya. Serangan ini juga disebut dengan distributed DoS (DDoS) karena dilakukan dari banyak lokasi yang terdistribusi (tersebar).

Serangan DDoS dilakukan dengan menggunakan komputer zombie atau robot. Zombie adalah komputer yang sudah dikuasai attacker sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh. Sekumpulan komputer zombie membentuk jaringan yang disebut bot-net. Attacker mendapatkan banyak zombie dengan menyebarkan virus atau worm, setiap komputer yang terinfeksi akan diinstall program yang membuat komputer bersedia menjalankan perintah dari attacker.


Courtesy of: www.dos-attack.net

Gambar di atas menjelaskan cara kerja DDoS. Attacker memberi perintah kepada semua pasukannya untuk membuat request HTTP ke sebuah website. Bila pasukan yang dikuasai attacker sangat besar, maka web server akan dibanjiri request sehingga menjadi terlalu sibuk dan tidak bisa diakses oleh pengguna yang sebenarnya (real visitor).

Serangan jenis ini tidak ada obatnya karena attacker tidak meng-exploit bug atau vulnerability apapun. Bila pada jenis DoS yang lain, serangan dapat dicegah dengan melakukan patching atau update software, maka serangan ini tidak bisa dihentikan dengan update atau patch.

Kaedah serangan DDoS boleh menggunakan komputer anda untuk menyerang komputer lain. Dengan mengambil kesempatan daripada kelemahan atau celah-celah keamanan, seorang penyerang dapat mengambil alih komputer anda. Penyerang kemudian dapat memaksa komputer anda untuk mengirim jumlah data yang besar ke laman web atau menghantar spam kepada alamat e-mail tertentu. Serangan itu 'diedarkan' (distributed) kerana penyerang menggunakan komputer secara berbilang, termasuk komputer anda, untuk melancarkan serangan yang merusak.

Dengan kata mudah ambil contoh kita mengirim berbagai permintaan HTTP (HTTP Request) kepada sasaran. Pelayanan mempunyai lebar jalur yang tetap dan had bandwidth tertentu jadi apabila kita mengirim beribu-ribu permintaan atau sesi pada masa tertentu dari satu titik tunggal, setelah beberapa saat masa pelayanan tersebut (server) akan 'mati'.


Kesimpulan

Denial of service adalah serangan yang membuat server tidak bisa melayani pengguna yang sesungguhnya. Berikut adalah jenis-jenis serangan DoS berdasarkan cara melakukan serangan:

Mematikan Server: one shot, one kill untuk membuat server menjadi crash, hang, reboot.
Menyibukkan Server: mengirim banyak sekali request untuk membuat server sibuk.
Exploiting bug: mengirim banyak specially crafted request. Jumlah request tidak sebanyak jenis DoS yang menyibukkan server dengan normal request.
Normal request: mengirim banyak request normal seperti pengguna biasa. Diperlukan jumlah request yang lebih banyak dibandingkan jenis DoS yang menyibukkan server dengan exploit bug. Biasanya menggunakan botnet secara terdistribusi.

Sumber:
http://www.ilmuhacking.com/web-security/memahami-serangan-denial-of-service/ diakses hari Minggu, 13 Maret 2016 07:27 WIB

READ MORE

Cara Mengatasi Fungsi Rumus Microsoft Excel Tidak Otomatis

Posted by Nicki Hermanto Putro On Monday, 25 January 2016 0 komentar
Ketika saat dibutuhkan rumus Microsoft Excel, tiba-tiba tidak muncul secara otomatis saat melakukan penghitungan. Hal ini sebenarnya sepele, namun membuat puyeng juga kalo ga tau sebab masalahnya dan solusinya. Apalagi kalo datanya mencapai ribuan, bisa-bisa jari keriting ketik rumus satu-persatu atau disorot lagi rumusnya pas mau deadline lagi, alamaak.

Penyebabnya adalah fungsi otomatis formula tidak dijalankan, atau fungsinya tidak tercentang. Untuk mengeceknya, klik pada menu formula kemudian klik menu calculation option dan perhatikan fungsi otomatisnya, apabila tidak tercentang, akibatnya fungsi rumus pada Microsoft Excel tidak akan melakukan penjumlahan secara otomatis.

Demikian, semoga bermanfaat.
READ MORE

Pengertian Sistem Informasi

Posted by Nicki Hermanto Putro On Friday, 24 July 2015 0 komentar
Halo, sobat nickizoner. Pada kesempatan kali ini membahas tentang pengertian atau definisi dari Sistem Informasi dari banyak pakar dibidangnya.

Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.

Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

Elemen Sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :

1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemicu yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.

2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).

3. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.

4. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.

5. Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana.

6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang meringkas keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.

Jenis sistem
Ada berbagai tipe sistem berdasarkan kategori:
1. Atas dasar keterbukaan:
sistem terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya.
sistem tertutup, kebalikan dari sistem terbuka.


2. Atas dasar komponen:
Sistem fisik, dengan komponen materi dan energi.
Sistem non-fisik atau konsep, berisikan ide-ide.

Informasi

Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda. Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun demikian, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, persepsi, stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. (Jogiyanto,2005:11).

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi penerimanya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal yaitu : Relevan (Relevancy), Akurat (Accurancy), Tepat waktu (Time liness), Ekonomis (Economy), Efisien (Efficiency), Ketersediaan (Availability), Dapat dipercaya (Reliability), Konsisten (Edhy Sutanta, 2009:8 )

Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.
Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.

Etimologi
Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.

Informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas seseorang. Menurut Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Para Yunani kuno kata untuk form adalah μορφή (morphe; cf. morph) dan juga εἶδος (eidos) “ide, bentuk, set”, kata yang terakhir ini biasa digunakan dalam pengertian teknis filosofis oleh Plato (dan kemudian Aristoteles) untuk menunjukkan identitas yang ideal atau esensi dari sesuatu (lihat Teori bentuk). “Eidos” juga dapat dikaitkan dengan pikiran, proposisi atau bahkan konsep.

Istilah Informasi
Banyak orang menggunakan istilah “era informasi”, “masyarakat informasi,” dan teknologi informasi, dalam bidang ilmu informasi dan ilmu komputer yang sering disorot, namun kata “informasi” sering dipakai tanpa pertimbangan yang cermat mengenai berbagai arti yang dimilikinya.

Sebagai Masukan Sensorik
Seringkali informasi dipandang sebagai jenis input ke sebuah organisme atau sistem. Beberapa masukan penting untuk fungsi organisme (misalnya, makanan) atau sistem (energi) dengan sendirinya. Dalam bukunya Sensory Ecology, Dusenbery menyebutkan itu kausal input. Input lainnya (informasi) yang penting hanya karena mereka berhubungan dengan kausal input dan dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya masukan kausal di lain waktu (atau mungkin tempat lain). Beberapa informasi adalah penting karena asosiasi dengan informasi lain harus ada koneksi ke kausal input. Dalam prakteknya, informasi biasanya dilakukan oleh rangsangan yang lemah yang harus dideteksi oleh sistem sensorik yang khusus dan diperkuat oleh input energi sebelum mereka dapat berfungsi untuk organisme atau sistem. Misalnya, cahaya sering merupakan masukan kausal ke tanaman, tetapi memberikan informasi kepada hewan. Berwarna terang tercermin dari bunga terlalu lemah untuk melakukan banyak pekerjaan fotosintesis, tetapi sistem visual dari lebah mendeteksi dan sistem saraf lebah menggunakan informasi untuk memandu lebah kepada bunga, di mana lebah untuk menemukan nectar atau pollen, yang merupakan masukan kausal, melayani fungsi nutrisi.

Sebagai Representasi dan Kompleksitas
Ilmu Kognitif dan terapkan matematika Ronaldo Vigo berpendapat bahwa informasi adalah sebuah konsep relatif yang melibatkan setidaknya dua entitas yang terkait dalam rangka masuk akal. Ini adalah: setiap kategori didefinisikan dimensi-objek S, dan setiap tindakan R. R, pada dasarnya, adalah representasi dari S, atau, dengan kata lain, membawa atau menyampaikan representasional (dan karenanya, konseptual) informasi tentang S. Vigo kemudian mendefinisikan jumlah informasi yang disampaikan R tentang S sebagai tingkat perubahan dalam kompleksitas dari S setiap kali objek dalam R dihapus dari S. bawah “informasi Vigo”, pola, invarian, kompleksitas, representasi, dan lima-informasi dasar ilmu universal yang bersatu di bawah kerangka matematis baru. Dengan kata lain, kerangka kerja ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan informasi Shannon-Weaver ketika mencoba untuk mengkarakterisasi dan mengukur subjektif informasi.

Sistem Informasi

Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli – Secara umum Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.

Definisi Sistem Informasi – Menurut Mc leod Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.

Menurut Gordon B. Davis (1991: 91), “Sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.”
Menurut Lani Sidharta (1995: 11), “Sebuah sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berisi himpunan terintegrasi dari komponen – komponen manual dan komponen – komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, memproses data, dan menghasilkan informasi untuk pemakai.”
Sistem informasi didefinisikan Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis dalam buku Jogiyanto HM., (1999: 11), “Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.”
Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli – Sistem informasi adalah sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, membantu dan mendukung kegiatan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu mempermudah penyediaan laporan yang diperlukan. (Erwan Arbie, 2000, 35).
Sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya. (Tafri D. Muhyuzir, 2001, 8).
Leitch Rosses (dalam Jogiyanto, 2005 : 11) mengemukakan sistem informasi adalah suatu sistem di dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolah transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Menurut O’Brien (2005, p.5),  sistem  informasi   adalah   suatu   kombinasi teratur apapun dari people (orang), hardware (perangkat keras), software (piranti lunak), computer networks and data communications (jaringan komunikasi), dan database (basis data) yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi di dalam suatu bentuk organisasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar tentang komponen sistem informasi.


Gambar   Komponen Sistem Informasi.

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi organisasi yang bersifat manajerial dalam kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan – laporan yang diperlukan. (Tata Sutabri, S.Kom., MM, 2005:36)

Suatu sistem informasi pada dasarnya terbentuk melalui suatu kelompok kegiatan operasi yang tetap, yaitu:
- Mengumpulkan data
- Mengelompokkan data
- Menghitung
- Menganalisa
- Menyajikan laporan

Sasaran Sistem Informasi adalah:
Meningkatkan penyelesaian tugas.
Pemakai harus lebih produktif agar menghasilkan keluaran yang memiliki mutu yang tinggi.

Meningkatkan efektifitas secara keseluruhan.
Sistem harus mudah dan sering digunakan.

Meningkatkan efektifitas ekonomi.
Keuntungan yang diperoleh dari sistem harus lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.

Sistem informasi dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang terintegrasi secara optimal dan berbasis komputer yang dapat menghimpun dan menyajikan berbagai jenis data yang akurat untuk berbagai macam kebutuhan.

Dapat disimpulkan bahwa secara garis besar definisi Sistem Informasi adalah kumpulan dari sub sistem yang saling terintegrasi berupa komponen-komponen yang saling mendukung, yaitu: hardware, software, network, database, brainware guna mencapai suatu tujuan organisasi dalam mengambil keputusan dan menyajikan hasil pengolahan data seperti laporan-laporan yang diperlukan secara rutin dan berguna bagi organisasi, pemakai atau pihak luar.

Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis organisasi.

Informasi Berbasis Komputer di organisasi, dapat dibagi menjadi beberapa bagian:

1. Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan (Knowledge Work Systems) Kedua sistem ini bekerja pada level knowledge. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk transformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang di luar organisasi. Aspek-aspek Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) seperti word processing, spreadsheets, presentasi.

2. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).

3. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems) Sistem ini hampir sama dengan Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.

4. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System). Sistem yang mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Juga menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, serta dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).

5.Sistem Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent) Kecerdasan buatan dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset kecerdasan buatan adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli yang disebut juga dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan sistem pendukung keputusan (Decision Support Systems), sistem ini meninggalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.

6. Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer-Support Collaborative Work Systems). Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision Support Systems (DSS) menjadi suatu solusinya.

7. Sistem Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems). Sistem tergantung pada informasi yang dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Transaksi. Sistem ini membantu para eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.

Sumber:
1. http://www.ilmumanajemen.com/index.php?option=com_content&view=article&id=55:psi&catid=39:msi&Itemid=57  diakses hari Kamis, 23 Juli 2015, 15:22 WIB.
2. https://juansyah.wordpress.com/2013/03/31/pengertian-sistem-informasi/ diakses hari Kamis, 23 Juli 2015, 15:25 WIB.
3. http://www.kompasiana.com/dimasosd/pengertian-si-sistem-informasi_55291077f17e6126268b48b6  diakses hari Kamis, 23 Juli 2015, 15:26 WIB.

READ MORE

Membasmi Virus Tanpa Anti Virus

Posted by Nicki Hermanto Putro On Tuesday, 11 November 2014 0 komentar
Membasmi Virus Menggunakan Command Windows

Saat komputer terkena virus, maka antivirus tentu menjadi solusi yang paling tepat untuk menghilangkannya. Namun, tahukah Anda bahwa virus komputer juga bisa dimusnahkan tanpa menggunakan antivirus?

Trik membersihkan virus tanpa antivirus ini bertujuan membasmi virus-virus baru dan virus lokal yang kebanyakan tidak dapat dideteksi oleh antivirus. Selain dapat mempersingkat waktu dalam men-scan virus, cara ini terbukti cukup ampuh bagi komputer yang sering terkena virus.

Salah satu cara membersihkan virus tanpa antivirus adalah dengan menggunakan Command Windows. Berikut adalah prosesnya.

1. Matikan virus di memori. Gunakan tools task manager, proses explore untuk menghentikan loading virus ke memori. Cari yang aktivitasnya memakan banyak memori dan resource CPU tinggi, kemudian [Kill Proses].

 2. Tahap kedua, non-aktifkan virus di startup. Ini dilakukan agar virus tidak terloading ke memori, sehingga kita perlu membuangnya di startup. Caranya, kita bisa menggunakan perintah MSCONFIG, klik menu [Start] > [Run] > ketik msconfig. Setelah itu akan tampil “System Configuration Utility”. Lalu pilihlah [Startup], jika bingung mana virus dan mana yang bukan, pilih [Disable All]. Lalu aktifkan kembali startup yang diinginkan (jika virus sudah bersih). Namun bila kita mengetahui file yang dianggap virus, sebaiknya membuang tanda check list pada kotak bagian kiri untuk file yang dicurigai sebagai virus. Cara ini akan menonaktifkan virus di startup. Jika msconfig diblok oleh virus, gunakan tools dari ansav (ansav.exe). Pilih plugin, kemudian di registry fx buka menu yang diblok (showrun menu).

Hapus file virus dari komputer. Carilah dengan menggunakan fasilitas “search” pada Windows. Klik menu [Start] > [Search], lalu carilah file .EXE virus (contohnya: happy.exe, data.exe, bulubebek.exe, dll.) yang sebelumnya loading di memori atau startup. File ini biasanya disimpan oleh pembuatnya di bagian folder Windows atau System32 dari Windows. Setelah ditemukan, delete atau hapus file tersebut. Jika ada file yang tidak bisa dihapus, cari file apa yang tidak bisa dihentikan, kemudian cari prosesnya menggunakan proses explorer dan kill prosesnya.

Hapus virus dari System Registry. Ini adalah tahap terakhir, kita perlu menggunakan perintah REGEDIT untuk mengubah dan men-delete virus dari registry kita. Pilihlah [Start] > [Run] > [Regedit], lalu di menu [Edit], pilihlah [Find] (tekan Ctrl + F). masukkan nama file virus yang ingin dihapus (contohnya: happy.exe, data.exe, bulubebek.exe, dll.), lalu pilih [Find Next]. Apabila ditemukan file virus, hapuslah semua registry yang memuat virus tersebut berikut foldernya (kalau ada). Jika menu regedit diblok juga oleh virus, gunakan lagi tools ansav yang di atas.

Kemudian lanjutkan dengan menekan tombol [F3] atau di menu pilih [Edit] terus [Find Next]. Biasanya file virus diletakkan di beberapa tempat registry, jangan sampai ada yang terlewatkan agar registry komputer terbebas dari loading virus tersebut. Sebab jika tidak, pekerjaan ini akan sia-sia.

Tidak sulit kan membasmi virus tanpa antivirus? Meskipun demikian, untuk mengatasi virus-virus macro (word, excel), virus yang merusak file (extension EXE), dan virus yang susah dibersihkan, perlu digabung dengan penggunaan antivirus yang bagus untuk memperbaiki file-file yang terinfeksi.

Selamat mencoba!

Sumber: http://www.ruangkata.com/Latest/membasmi-virus-menggunakan-command-windows.html
READ MORE

Cara Menghapus Data pada Gadget Android

Posted by Nicki Hermanto Putro On Friday, 1 August 2014 0 komentar
Jika Anda suatu saat sudah tidak memakai gadget android atau ingin menjualnya sebaiknya data-data Anda dibersihkan terlebih dahulu agar tidak disalahgunakan oleh yang tidak berkepentingan apalagi jika ada data-data rahasia Anda atau pekerjaan Anda. Sebelumnya pastikan Anda sudah melakukan backup data penting pada gadget android tersebut ke gadget lain. Agar lebih aman dan memberi rasa ketenangan, berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan guna mengamankan data pribadi Anda di perangkat Android:

Langkah pertama: Enkripsi

Anda disarankan untuk mengenkripsi perangkat sebelum melakukan wipe (hapus data). Proses enkripsi akan mengacak data pada perangkat Anda dan diperlukan langkah khusus untuk menguraikan enkripsi yang telah Anda terapkan.

Untuk melakukan langkah enkripsi di perangkat Android, Anda bisa lakukan dengan masuk ke menu Setting > Security > dan pilih Encrypt Phone.

Langkah kedua: Melakukan factory reset (reset pabrik)

Hal berikutnya yang harus Anda lakukan adalah melakukan factory reset (reset pabrik). Hal ini dapat dilakukan dengan masuk ke menu Setting > Back up and reset > lalu pilih Factory Data Reset.

Anda harus mengetahui bahwa langkah ini akan menghapus semua data pada ponsel Anda. Oleh karena itu Anda harus membackup data terlebih dulu jika ada data penting yang perlu diselamatkan.

Sumber:
http://tekno.liputan6.com/read/2083437/cara-ampuh-membersihkan-data-pada-perangkat-android  diakses hari Jum'at, 1 Agustus 2014, 22:58 WIB.
READ MORE

Cara melakukan Printscreen di Macbook

Posted by Nicki Hermanto Putro On Thursday, 12 June 2014 0 komentar
Cara melakukan Printscreen di Macbook / Mac OS X

Pernahkan anda melihat tombol Printscreen pada macbook keyboard?? Saya yakin anda berbohong bila mengatakan pernah.

Tombol prinscreen TIDAK ADA di keyboard MACBOOK.

Jika tombol prinscreen tidak ada lalu bagaimana cara untuk melakukan prinscreen di macbook?? Apakah anda berfikir founding fathernya mac, Steve Jobs lupa mengenai Printscreen? Haha :D

Tentu saja PRINTSCREEN DAPAT dilakukan di Macbook / Mac OS X, Ada beberapa cara untuk melakukan prinscreen / Cetak layar di macbook yaitu diantaranya:

Dengan menggunakan aplikasi yang bernama GRAB

GRAB merupakan aplikasi besutan Apple yang memungkinkan untuk melakukan Screen Capture  pada layar Macbook,  program ini dapat mengambil gambar seluruh layar, Gambar jendela aplikasi yang aktif, bahkan dapat pula mengambil sesuai keinginan anda.

Anda dapat menemukannya di APPLICATION / UTILITIES / GRAB

Tetapi ada beberapa kekurangan dalam menggunakan aplikasi ini yaitu anda membutuhkan memory lebih untuk menjalankannya, kemudian anda akan kesulitan jika ingin mengambil gambar dari menu-menu yang hidden/tersembunyi dari suatu aplikasi jika ingin membuat tutorial atau semacamnya.

Menggunakan SHORTCUT atau kombinasi beberapa tombol keyboard

Saya merekomendasikan anda untuk menggunakan jalan ini. Selain mudah, cara ini tergolong cara yang paling efektif dan juga paling mudah untuk melakukan printscreen di macbook / Mac OS X.

Anda hanya perlu latihan menekan 3 buah tombol secara bersamaan. Saya yakin anda sudah mahir dan mampu melakukan ini, ya kan??

Cara melakukan printscreen dengan Shortcut adalah:

 Mengambil gambar SELURUH LAYAR


 Tekan : cmd + Shift + 3 dan lepaskan bersamaan.

Setelah melakukan ini anda akan melihat sebuah gambar di desktop yang bernama PICTURE 1, itulah hasil printscreen anda.

Mengambil gambar layar Sebesar keinginan anda


Tekan : cmd + shift + 4 dan lepaskan
Selanjutnya anda akan melihat korsur berubah menjadi tanda +

Selanjutnya gunakan mouse untuk menyeleksi dan menentukan besar area di layar yang ingin anda capture.
Hasil capture juga akan terlihat di desktop.

Mengambil Gambar dari sebuah Jendela Aplikasi di layar


Tekan : cmd + shift + 4 dan lepaskan bersamaan kemudian tekan SPACE.
Selanjutnya anda akan melihat korsur berubah menjadi tanda CAMERA

Selanjutnya anda tinggal mengarahkan korsur camera tersebut ke window atau jendela yang ingin anda capture / ambil.
Hasil capture juga akan terlihat di desktop.

Bagi yang memiliki sistem operasi (OS) Windows di Mac dapat menggunakan fungsi: shift + fn + F11

Itulah cara untuk mengambil gambar dari desktop menggunakan Printscreen di Macbook atau Mac OS X, Semoga tutorial ini dapat bermanfaat bagi agan-agan semua yang setia membaca artikel ini.
READ MORE

Cara Mengembalikan Tampilan Layar Desktop yang Terbalik

Posted by Nicki Hermanto Putro On 0 komentar
Pernahkah anda mengalami hal ‘aneh’ pada layar desktop komputer anda terbalik 180 derajat atau 90 derajat ?


Mungkin tidak disengaja saat anda bekerja karena salah ketik, dan juga bisa terjadi saat anda memainkan game, layar desktop anda tiba-tiba berubah, tidak perlu panik, anda bahkan bisa memutarnya sesuka anda (bukan display komputernya yang diputer manual) hanya dengan beberapa kombinasi tombol. Atau bahkan anda bisa mengerjai (usil) komputer teman anda, baik di lab maupun di rumah, apalagi sama gadis incaran yang agak gaptek, anda bisa memanfaatkan momen ini sebagai pahlawan kesiangan, (tetapi saya tidak recomendasi kan loh). ^v^

Langkahnya sebagai berikut :
Tekan Ctrl + Alt + Tanda Panah (Arrow) atas/bawah/kanan/kiri (pilih sesuka anda).
READ MORE

Mengatasi Error Excell : Print titles must be contiguous and complete rows or columns

Posted by Nicki Hermanto Putro On 4 komentar
Halo sobat nickizoner, apa kabarnya? Kali ini saya membagi tips pada Microsoft Excell, ketika kita click Print preview atau print muncul pesan :
"Print titles must be contiguous and complete rows or columns"

Solusi:

  1. Di excel 2007 Pilih Page Layout - > Print Titles -> Tap Sheet : lihat pada Cell errors as : Pilih blank -> ok.
  2. Di Excel 2003  pilih menu File -> Page Setup -> Pilih Tab Sheet : lihat pada Cell errors as : Pilih blank -> ok.



Demikian share kali ini, semoga bermanfaat. 
READ MORE