Pengertian Inventarisasi Aset
Inventarisasi berasal dari kata “inventaris” yang memiliki arti daftar barang. Sedangkan pengertian inventarisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pencatatan atau pendaftaran barang-barang milik kantor, (sekolah, rumah tangga, dan sebagainya) yang dipakai dalam melaksanakan tugas.
Aset atau aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit.
Aset itu adalah semua hak yang dapat digunakan dalam operasi perusahaan.Yang dapat dimasukkan ke dalam kolom aset salah satunya adalah gedung atau bangunan. Jadi kalau suatu perusahaan memiliki gedung senilai sepuluh miliar rupiah, maka aset yang dihitung adalah sepuluh miliar rupiah itu. Selain gedung, yang bisa dihitung sebagai aset bisa termasuk: merk dagang, paten teknologi, uang kas, mobil, dan lain-lain.
Definisi inventarisasi aset menurut A. Gima Sugiama (2013: 173) “Inventarisasi aset adalah serangkaian kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, pelaporan hasil pendataan aset, dan mendokumentasikannya, baik aset berwujud maupun aset tidak berwujud pada suatu waktu tertentu. Inventarisasi aset dilakukan untuk mendapatkan data seluruh aset yang dimiliki, dikuasai sebuah organisasi perusahaan atau instansi pemerintah. Seluruh aset perlu diinventarisasi baik yang diperoleh berdasarkan beban dana sendiri (investasi), hibah ataupun dari cara lainnya.”
Dapat disimpulkan bahwa Inventarisasi aset merupakan suatu proses kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, pendaftaran barang milik perusahaan atau instansi yang digunakan untuk menunjang dan memperlancar proses bisnis perusahaan yang disajikan dalam bentuk laporan inventarisasi dalam periode tertentu.
TUJUAN INVENTARISASI ASET
- Menciptakan tertib administrasi sarana dan prasarana yang dimiliki oleh perusahaan/instansi;
- Untuk pengamanan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh perusahaan/instansi;
- Pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh perusahaan/instansi;
- Menyajikan laporan daftar aset yang akuntabel/dapat dipertanggungjawabkan;
- Sebagai bahan atau pedoman untuk menghitung kekayaan suatu perusahaan/instansi dalam bentuk materil yang dapat dinilai dengan uang;
- Sebagai bahan untuk pengambilan keputusan terkait aset usang, rusak, kurang, berlebih atau tidak terpakai.
MANFAAT INVENTARISASI ASET
- Dimilikinya database aset yang berkualitas dan kuantitas seluruh aset;
- Dapat diketahuinya penggunaan dan pemanfaatan aset;
- Memudahkan dalam pemantauan dan pengendalian pemakaian aset;
- Membantu pihak terkait lainnya dalam pengelolaan aset misal untuk operasi dan pemeliharaan aset;
- Meningkatkan keamanan fisik dan keamanan aspek legal audit.
FUNGSI INVENTARISASI ASET
- Mencatat dan menghimpun data aset yang dikuasai;
- Menyiapkan dan menyediakan bahan laporan pertanggungjawaban atas penguasaan dan pengelolaan aset;
- Menyiapkan dan menyediakan bahan acuan/referensi untuk pengawasan dan pengendalian aset.
Secara garis besar, proses tahapan inventarisasi aset meliputi:
- Preparation: Tahap persiapan, biasanya dimulai dari menyiapkan dokumen sumber maupun dokumen pendukung, mapping kondisi aset, lokasi aset, SDM (Sumber Daya Manusia) perusahaan sampai teknis pelaksanaan inventarisasi aset;
- Execution: Tahap pelaksanaan dimulai ketika seluruh tahap preparation dipenuhi, di mana prosedur dalam inventarisasi dijalankan sesuai dengan schedule dan kompetensi SDM inventarisasi;
- Finishing: Tahap akhir berkaitan dengan proses penyelesaian hasil laporan pelaksanaan inventarisasi sampai dengan laporan final hasil inventarisasi.
Gambar 1 - Tahapan Inventarisasi Aset
Tahapan proses inventarisasi digambarkan seperti siklus karena dilakukan secara berulang pada jangka waktu yang ditentukan seperti setiap semester atau tahunan dan berkesinambungan agar mendapatkan laporan inventarisasi yang mutakhir setiap ada mutasi/perubahan data aset.
Agar hasil inventarisasi dapat maksimal, biasanya diintegrasikan dengan sistem informasi akuntansi dan software aplikasi yang memadai dalam pengelolaan aset perusahaan, sehingga dapat diketahui aset yang harus dimiliki perusahaan dapat digunakan tepat guna sesuai fungsinya dalam mendukung kegiatan utama operasional perusahaan.
Agar hasil inventarisasi dapat maksimal, biasanya diintegrasikan dengan sistem informasi akuntansi dan software aplikasi yang memadai dalam pengelolaan aset perusahaan, sehingga dapat diketahui aset yang harus dimiliki perusahaan dapat digunakan tepat guna sesuai fungsinya dalam mendukung kegiatan utama operasional perusahaan.
DATA DAN PROSES INVENTARISASI ASET
Data karakteristik setiap objek yang perlu dicatat dalam setiap inventarisasi aset umumnya meliputi:
1. Kodefikasi Nomor Aset;
2. Jenis dan Nama Aset;
3. Spesifikasi (Merk/Tipe Aset);
4. Jumlah Aset;
5. Harga Satuan Perolehan;
6. Tanggal Perolehan;
7. Jumlah Harga;
8. Lokasi Aset (Di kantor, Nama peminjam untuk aset portable yang dibawa);
9. Status Aset (Milik Sendiri, Sewa, Penguasaan Pihak Lain/Dipinjamkan);
10. Asal Perolehan Aset (Pembelian, Hibah, Perolehan lainnya yang sah);
11. Kondisi Awal dan Keadaan Terkini Aset;
12. Dokumentasi Foto aset terbaru;
13. Nomor Bukti Kepemilikan (untuk SHM tanah, Nomor BPKB);
14. Scan Dokumen Kepemilikan;
15. Keterangan lainnya.
Dalam pencatatan data-data aset tersebut agar dilakukan menggunakan software aplikasi inventarisasi untuk memudahkan penelusuran aset serta laporan aset yang rinci sehingga dapat membantu para pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan. Software aplikasi inventarisasi tersebut dapat menggunakan aplikasi umum yang biasa digunakan untuk perkantoran yang sederhana menggunakan PDF (Portable Document Format) atau Microsoft Office (Word, Excel, Access) maupun menggunakan software aplikasi khusus untuk inventaris aset yang memiliki database.
Berdasarkan Buku Manajemen Aset Pariwisata (A. Gima Sugiama, 2013:24) aset yang perlu diinventarisasi berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:
1. Tangible Asset (Aset Berwujud)
Tangible Asset adalah kekayaan yang dimanifestasikan secara fisik dengan menggunakan panca indera. Contoh:
- Tanah atau lahan adalah permukaan bumi berupa daratan yang sudah ada peruntukannya dan biasanya dimiliki serta dimanfaatkan oleh perorangan atau organisasi.
- Bangunan adalah wujud fisik biasanya berupa rumah, gedung, pabrik, sekolah, hotel, rumah sakit, stadion olahraga, mall/pusat perbelanjaan, tempat hiburan /rekreasi, apartemen, villa, restoran, bandara, terminal, pelabuhan.
- Infrastruktur (Sarana Prasarana) : 1) Jembatan: jalan penghubung untuk melintasi sungai, jurang, bukit, maupun laut. 2) Jalan: jalur untuk kendaraan berupa jalan raya, jalan tol, jalan lintas daerah. 3) Irigasi: pengaturan pembagian atau pengaliran air menurut sistem tertentu untuk mengairi persawahan, perkebunan, tanaman pertanian dan sebagainya.
- Peralatan Pabrik/Kantor, peralatan adalah barang yang digunakan oleh instansi atau lembaga untuk kegiatan operasional perkantoran dalam jangka waktu tertentu.
- Persediaan barang merupakan aktiva perusahaan yang penting baik perusahaan bidang manufaktur atau perdagangan. Hampir sebagian dana perusahaan tertanam dalam persediaan yaitu untuk mebel dan bahan bangunan lainnya.
Intangible asset adalah kekayaan yang manifestasinya tidak mempunyai bentuk fisik namun dapat memberikan manfaat serta memiliki nilai tertentu secara ekonomi. Contoh:
- Hak Cipta (Copyright) untuk mendapatkan perlindungan atas ciptaan di bidang seni, sastra dan ilmu pengetahuan;
- Hak Paten (Patent) untuk mendapatkan perlindungan atas penemuan di bidang teknologi;
- Hak Merek Dagang (Trademark) merupakan tanda pembeda yang digunakan suatu perusahaan sebagai penanda identitas atas produk barang atau jasa yang dihasilkannya kepada konsumen dan untuk membedakan usaha maupun barang atau jasa yang dihasilkannya dari perusahaan lain;
- Hak Merk Terdaftar (Registered) dipakai sebagai pemberitahuan merek dagang dari sebuah produk ataupun jasa komersial yang sudah terdaftar di Kantor Paten Nasional;
- Hak atas Usaha Waralaba/Franchise merupakan kerja sama untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan dengan bagi hasil sesuai dengan kesepakatan;
- Hak Sewa untuk mendapatkan pinjaman berupa barang atau aset milik orang lain/instansi lain dalam jangka waktu tertentu untuk digunakan/dimanfaatkan dan bertanggungjawab atas aset yang disewa dengan kewajiban membayar sewa;
- Hak Siar adalah pemberian izin untuk menyiarkan suatu acara/program melalui media elektronik;
- Goodwill adalah representasi angka yang lebih besar dari nilai buku yang dibayarkan oleh suatu perusahaan untuk bisa memperoleh atau mendapatkan perusahaan lain;
- Perjanjian (Contract) adalah kesepakatan antara dua orang atau lebih mengenai hal tertentu yang disetujui oleh mereka;
- Lisensi secara umum dapat diartikan pemberian izin, hal ini termasuk dalam sebuah perjanjian. Definisi lain, pemberian izin dari pemilik barang/jasa kepada pihak yang menerima lisensi untuk menggunakan barang atau jasa yang dilisensikan;
- Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis dimana mempunyai nilai ekonomis karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik rahasia dagang;
- Pengetahuan (Knowledge) adalah informasi yang di dapat dari hasil pengujian/percobaan, penelitian, pembelajaran, maupun pengalaman untuk memperoleh pemahaman. Pengetahuan adalah suatu pemahaman yang diperoleh melalui panca indera manusia, yaitu: indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba.
Ada banyak metode format pencatatan dalam proses inventarisasi untuk meminimalisasi terjadinya penyimpangan dan data barang yang tidak jelas, diantaranya:
1. Buku Induk Barang Inventaris (BIBI);
2. Daftar Inventaris Ruangan (DIR);
3. Kartu Inventaris Barang (KIB);
4. Daftar Inventaris Lainnya (DIL);
5. Lembar Mutasi Barang Semester (LMBS);
6. Laporan Tahunan Inventaris (LTI);
7. Buku Catatan Barang Non Inventaris (BCBNI);
8. Daftar Barang Dalam Proses Inventaris (DBDPI).
Gambar 2 - Contoh Buku Induk Barang Inventaris (BIBI)
Gambar 3 - Contoh Daftar Inventaris Ruangan (DIR)
Gambar 4 - Contoh Kartu Inventaris Barang (KIB)
Gambar 5 - Contoh Daftar Inventaris Lainnya (DIL)
Gambar 6 - Contoh Lembar Mutasi Barang Semester
Gambar 7 - Contoh Lembar Tahunan Inventaris
Gambar 8 - Contoh Buku Catatan Barang Non Inventaris (BCBNI)
Gambar 9 - Contoh Daftar Barang Dalam Proses Inventaris (DBDPI)
Apabila metode format pencatatan di atas dilakukan dengan baik dan tertib maka permasalahan terkait aset kemungkinan kecil tidak akan terjadi. Karena apabila semua dilakukan sesuai prosedur, kecil kemungkinan terjadinya penyimpangan dan kesalahan, sebab setiap metode format pencatatan tersebut memiliki fungsi dan manfaat masing-masing dalam menginventarisasi aset yang beragam kondisinya.
PENTINGNYA INVENTARISASI ASET
1. Dapat mengurangi kemungkinan penyimpangan dan kesalahan;
2. Sebagai alat pengamanan aset;
3. Sebagai acuan dalam menilai kondisi dan nilai aset;
4. Sebagai catatan atas segala aset yang dimiliki;
5. Sebagai patokan jelas tidaknya asal usul aset.
Namun pada kenyataannya masih terdapat instansi yang kurang memperhatikan proses inventarisasi yang berdampak terhadap sulitnya pengumpulan data informasi barang yang pernah mereka dapatkan atau miliki. Keberadaan barang yang semakin bertambah membuat kegiatan inventarisasi pun sulit dilaksanakan, ditambah dengan kurangnya kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli dalam menginventarisasi.
Referensi:
bpkad.banjarkab.go.id, "Inventarisasi Aset", Definisi Inventarisasi Aset, 09 Maret 2017, [Diakses, 16 April 2020]
id.wikipedia.org, "Aset", Aset atau Aktiva, 17 Maret 2020, [Diakses, 16 April 2020]
kbbi.web.id, "Arti Kata Inventarisasi", Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kamus versi online/daring (dalam jaringan), _____, [Diakses, 15 April 2020]
Laraswati, Virnanda. "Apa Itu Inventaris Aset?", Pengertian Inventarisasi Aset dan Manfaatnya Bagi Perusahaan, 12 Juli 2019, [Diakses, 16 April 2020]
Oktaviani, Kamilia. "Inventarisasi Aset", Pengertian Inventarisasi Aset, 24 September 2014, [Diakses, 15 April 2020]
Rohman, Nur. "Pengertian Goodwill Dalam Akuntansi", Pengertian Goodwill, 18 Januari 2019, [Diakses, 16 April 2020]
Apakah agan belum mengetahui teknologi NFC? Kalau begitu sama gan, ane juga baru tau neh, meski teknologi ini sebenarnya sudah cukup lama beredar di pasaran sejak tahun 2010 NFC pertama kali beredar di aplikasi Android melalui ponsel Samsung Nexus. Dari ponsel cerdas harga murah hingga mahal kita sering melihat kata NFC dalam spesifikasinya, namun masih belum banyak yang mengetahui fungsi fitur ini. Mulai dari Samsung hingga BlackBerry dengan rajinnya membenamkan NFC pada perangkat mereka. Fungsi NFC memungkinkan smartphone kita sebagai alat pembayaran, permainan multiplayer, atau berbagi musik, foto dan dokumen dengan lebih efisien.
NFC adalah singkatan dari Near Field Communication yang intinya menciptakan komunikasi antar dua perangkat dengan cara menyinggungkan atau mendekatkan dua perangkat pada jarak hingga beberapa sentimeter saja. Pertanyaan yang muncul selanjutnya mungkin adalah mengenai apa perbedaan NFC dan Bluetooth. Perbedaan NFC dan Bluetooth terletak pada jangkauan berkomunikasi dan mekanisme komunikasi. NFC hanya bisa berkomunikasi pada jarak yang lebih pendek daripada Bluetooth, yaitu pada kisaran kurang dari 10 cm saja atau dengan cara menyinggungkan dua jenis perangkat, sedangkan Bluetooth bisa tetap berfungsi dalam jarak sampai 10m. Kelebihan NFC dari Bluetooth adalah kemampuannya berkomunikasi tanpa proses pairing seperti halnya Bluetooth. Selain itu NFC menguras energi baterai lebih sedikit daripada Bluetooth. Hal yang paling mengesankan adalah NFC memungkinkan smartphone berfungsi sebagai alat pembayaran. Jika anda pernah melihat film fiksi ilmiah yang bercerita tentang masa depan, anda akan melihat bahwa semua kegiatan bisa dilakukan secara nirkabel. Hal ini juga yang coba dirintis oleh NFC untuk alat pembayaran secara contactless atau tidak perlu adanya kontak yang berisi pertukaran informasi sensitif seperti nomer kartu kredit atau kehadiran secara fisik kartu kredit yang digunakan. Dengan NFC anda tidak perlu membawa dompet atau kartu kredit anda secara fisik untuk berbelanja cukup membawa smartphone anda yang memiliki fungsi NFC. Aplikasi seperti Google Wallet dari Google, dan komponen pendukungnya seperti PayPass dari Mastercard telah banyak digunakan dinegara-negara Eropa serta India. Hal ini mendorong para merchant disana untuk menyediakan infrastruktur pendukung pembayaran melalui NFC yang dinamakan “Tag” atau semacam reader untuk perangkat yang memiliki NFC. Google Wallet sendiri adalah dompet virtual yang bisa diisi dengan keterangan kartu kredit anda yang kemudian bisa digunakan pada merchant yang menerima Mastercard PayPass. Dengan sistem ini nomer kartu kredit anda tidak akan diketahui oleh merchant saat melakukan transaksi. Secara singkatnya anda seperti mempunyai Paypal yang bisa digunakan ditoko offline. Sayangnya penggunaan Google Wallet masih tersendat-sendat di Indonesia. Tetapi ada pula fungsi NFC yang bisa dirasakan manfaatnya oleh publik Indonesia. Mulai dari permainan hingga berbagi foto dapat anda lakukan dengan NFC. Jika anda menyukai permainan, NFC memungkinkan anda melakukan permainan multiplayer cukup dengan menyinggungkan perangkat yang ada. Cara bermain dengan NFC memang sedikit berbeda dengan permainan konvesional dan permainan yang diakses pun harus memiliki versi permainan untuk NFC. Dengan permainan NFC kita akan banyak menyinggungkan smartphone kita alih-alih hanya menekan atau menyentuh layar seperti pada permainan biasa.Kelebihannya, karena NFC tidak memakan banyak energi, durasi bermain anda akan lebih panjang. Saling berbagi foto, dokumen, musik atau video kini lebih mudah dengan NFC yang tidak memerlukan pairing atau passcode seperti halnya Bluetooth, cukup singgungkan atau dekatkan dua perangkat yang ada, maka semua hal bisa terkirim. Sudah cukup banyak perangkat yang memiliki NFC. Selain itu dengan kita bisa menghubungkan smartphone kita dengan smart TV yang mempunyai NFC, misalnya smart TV Samsung, Sony atau LG. Perangkat yang memiliki NFC bisa ditemui dari Android, BlackBerry dan Windows Phone. Sayangnya Apple tidak masuk jajaran pengusung NFC dalam perangkatnya. Mulai dari perangkat mid-end seperti Samsung Galaxy Ace hingga BlackBerry Z10, telah memiliki NFC. Di masa yang akan datang, semua perangkat smartphone akan memiliki kemampuan NFC. Dengan NFC diharapkan kita bisa menggantikan kartu transportasi publik (Busway) dan tetap bisa berbelanja meskipun ketinggalan dompet seperti yang dilakukan di Eropa. Dengan smartphone yang memiliki NFC kita dapat membeli tiket bioskop dengan lebih efisien, seperti yang dilakukan di India atau sekedar bermain kartu dengan teman terdekat. Dunia akan berada dalam genggaman kita secara harfiah.
Sumber : http://www.kompasiana.com/dwikristiani/fungsi-nfc-pada-smartphone_552a02dbf17e615049d623b1 (diakses tanggal 30 Mei 2017, 08:01 WIB)
NFC adalah singkatan dari Near Field Communication yang intinya menciptakan komunikasi antar dua perangkat dengan cara menyinggungkan atau mendekatkan dua perangkat pada jarak hingga beberapa sentimeter saja. Pertanyaan yang muncul selanjutnya mungkin adalah mengenai apa perbedaan NFC dan Bluetooth. Perbedaan NFC dan Bluetooth terletak pada jangkauan berkomunikasi dan mekanisme komunikasi. NFC hanya bisa berkomunikasi pada jarak yang lebih pendek daripada Bluetooth, yaitu pada kisaran kurang dari 10 cm saja atau dengan cara menyinggungkan dua jenis perangkat, sedangkan Bluetooth bisa tetap berfungsi dalam jarak sampai 10m. Kelebihan NFC dari Bluetooth adalah kemampuannya berkomunikasi tanpa proses pairing seperti halnya Bluetooth. Selain itu NFC menguras energi baterai lebih sedikit daripada Bluetooth. Hal yang paling mengesankan adalah NFC memungkinkan smartphone berfungsi sebagai alat pembayaran. Jika anda pernah melihat film fiksi ilmiah yang bercerita tentang masa depan, anda akan melihat bahwa semua kegiatan bisa dilakukan secara nirkabel. Hal ini juga yang coba dirintis oleh NFC untuk alat pembayaran secara contactless atau tidak perlu adanya kontak yang berisi pertukaran informasi sensitif seperti nomer kartu kredit atau kehadiran secara fisik kartu kredit yang digunakan. Dengan NFC anda tidak perlu membawa dompet atau kartu kredit anda secara fisik untuk berbelanja cukup membawa smartphone anda yang memiliki fungsi NFC. Aplikasi seperti Google Wallet dari Google, dan komponen pendukungnya seperti PayPass dari Mastercard telah banyak digunakan dinegara-negara Eropa serta India. Hal ini mendorong para merchant disana untuk menyediakan infrastruktur pendukung pembayaran melalui NFC yang dinamakan “Tag” atau semacam reader untuk perangkat yang memiliki NFC. Google Wallet sendiri adalah dompet virtual yang bisa diisi dengan keterangan kartu kredit anda yang kemudian bisa digunakan pada merchant yang menerima Mastercard PayPass. Dengan sistem ini nomer kartu kredit anda tidak akan diketahui oleh merchant saat melakukan transaksi. Secara singkatnya anda seperti mempunyai Paypal yang bisa digunakan ditoko offline. Sayangnya penggunaan Google Wallet masih tersendat-sendat di Indonesia. Tetapi ada pula fungsi NFC yang bisa dirasakan manfaatnya oleh publik Indonesia. Mulai dari permainan hingga berbagi foto dapat anda lakukan dengan NFC. Jika anda menyukai permainan, NFC memungkinkan anda melakukan permainan multiplayer cukup dengan menyinggungkan perangkat yang ada. Cara bermain dengan NFC memang sedikit berbeda dengan permainan konvesional dan permainan yang diakses pun harus memiliki versi permainan untuk NFC. Dengan permainan NFC kita akan banyak menyinggungkan smartphone kita alih-alih hanya menekan atau menyentuh layar seperti pada permainan biasa.Kelebihannya, karena NFC tidak memakan banyak energi, durasi bermain anda akan lebih panjang. Saling berbagi foto, dokumen, musik atau video kini lebih mudah dengan NFC yang tidak memerlukan pairing atau passcode seperti halnya Bluetooth, cukup singgungkan atau dekatkan dua perangkat yang ada, maka semua hal bisa terkirim. Sudah cukup banyak perangkat yang memiliki NFC. Selain itu dengan kita bisa menghubungkan smartphone kita dengan smart TV yang mempunyai NFC, misalnya smart TV Samsung, Sony atau LG. Perangkat yang memiliki NFC bisa ditemui dari Android, BlackBerry dan Windows Phone. Sayangnya Apple tidak masuk jajaran pengusung NFC dalam perangkatnya. Mulai dari perangkat mid-end seperti Samsung Galaxy Ace hingga BlackBerry Z10, telah memiliki NFC. Di masa yang akan datang, semua perangkat smartphone akan memiliki kemampuan NFC. Dengan NFC diharapkan kita bisa menggantikan kartu transportasi publik (Busway) dan tetap bisa berbelanja meskipun ketinggalan dompet seperti yang dilakukan di Eropa. Dengan smartphone yang memiliki NFC kita dapat membeli tiket bioskop dengan lebih efisien, seperti yang dilakukan di India atau sekedar bermain kartu dengan teman terdekat. Dunia akan berada dalam genggaman kita secara harfiah.
Sumber : http://www.kompasiana.com/dwikristiani/fungsi-nfc-pada-smartphone_552a02dbf17e615049d623b1 (diakses tanggal 30 Mei 2017, 08:01 WIB)
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
1. Pengertian Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001).
SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.
SPK merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan menegement science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.
Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama yaitu (Sprague et.al, 1993):
1) Sistem yang berbasis komputer.
2) Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan
3) Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual
4) Melalui cara simulasi yang interaktif
5) Dimana data dan model analisis sebagai komponen utama.
2. Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Secara umum Sistem Pendukung Keputusan dibangun oleh tiga komponen besar yaitu: Database Management, Model Base dan Software System/User Interface. Komponen SPK tersebut dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.
Komponen Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Komponen Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
a. Database Management
Merupakan subsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan suatu sistem pendukung keputusan dapat berasal dari luar maupun dalam lingkungan. Untuk keperluan SPK, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.
b. Model Base
Merupakan suatu model yang merepresentasikan permasalahan kedalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk didalamnya tujuan dari permaslahan (objektif), komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Model Base memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan solusi alternatif.
c. User Interface / Pengelolaan Dialog
Terkadang disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan dalam komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan dalam bentuk model yang dimengerti computer. User Interface menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai ke dalam Sistem Pendukung Keputusan.
Manfaat Sistem Pendukung Keputusan
1) SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK adalah :
2) SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.
3) SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama barbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
4) SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
Walaupun suatu SPK mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun dia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya,karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.
Sumber:
http://www.kajianpustaka.com/2013/09/sistem-pendukung-keputusan-spk.html diakses di Jakarta, 28 Desember 2016, 18:51 WIB
READ MORE
1. Pengertian Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Ilustrasi Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001).
SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.
SPK merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan menegement science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.
Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama yaitu (Sprague et.al, 1993):
1) Sistem yang berbasis komputer.
2) Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan
3) Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual
4) Melalui cara simulasi yang interaktif
5) Dimana data dan model analisis sebagai komponen utama.
2. Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Secara umum Sistem Pendukung Keputusan dibangun oleh tiga komponen besar yaitu: Database Management, Model Base dan Software System/User Interface. Komponen SPK tersebut dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.
Komponen Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Komponen Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
a. Database Management
Merupakan subsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan suatu sistem pendukung keputusan dapat berasal dari luar maupun dalam lingkungan. Untuk keperluan SPK, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.
b. Model Base
Merupakan suatu model yang merepresentasikan permasalahan kedalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk didalamnya tujuan dari permaslahan (objektif), komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Model Base memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan solusi alternatif.
c. User Interface / Pengelolaan Dialog
Terkadang disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan dalam komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan dalam bentuk model yang dimengerti computer. User Interface menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai ke dalam Sistem Pendukung Keputusan.
Manfaat Sistem Pendukung Keputusan
1) SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK adalah :
2) SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.
3) SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama barbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
4) SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
Walaupun suatu SPK mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun dia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya,karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.
Sumber:
http://www.kajianpustaka.com/2013/09/sistem-pendukung-keputusan-spk.html diakses di Jakarta, 28 Desember 2016, 18:51 WIB
Perbedaan File System FAT dan NTFS Kelebihan dan Kekurangan
Halo sobat nickizoner, dimanapun kalian berada semoga dalam keadaan
baik-baik saja ya. Aamiin. Topik bahasan kali ini nickizoner membahas tentang
teknologi penyimpanan berkas. Kemungkinan kalian sudah mengenalnya dua format
tersebut yang tidak asing lagi, yaitu FAT dan NTFS, sistem tersebut adalah
sebagian dari file sistem pemetaan data yang terdapat pada media
peyimpanan data seperti harddisk, flashdisk, memory card , dll. Namun ada yang
tahu tidak keunggulan dan kekurangan dari sistem penyimpanan tersebut dan ada
yang tahu apa itu FAT dan NTFS itu?
FAT
Sistem berkas FAT atau FAT File Sistem singkatan
dari File Allocation Table adalah sebuah sistem
berkas yang menggunakan struktur tabel alokasi berkas sebagai cara
dirinya beroperasi. Untuk penyingkatan, umumnya orang menyebut sistem
berkas FAT sebagai FAT saja. Kata FAT sendiri adalah singkatan
dari File Allocation Table, yang jika diterjemahkan secara bebas ke
dalam Bahasa Indonesia menjadi Tabel Alokasi
Berkas. Arsitektur FAT sekarang banyak digunakan secara luas
dalam sistem komputer dan kartu-kartu
memori yang digunakan dalam kamera
digital atau pemutar media portabel.
FAT pertama kali dikembangkan oleh Bill Gates dan Marc
McDonald, pada tahun 1976-1977. Sistem berkas ini merupakan sistem berkas
utama untuk sistem operasi yang ada saat itu, termasuk di antaranya
adalah Digital Research Disk Operating Sistem (DR-DOS), OpenDOS,
FreeDOS, MS-DOS, IBM OS/2 (versi 1.1, sebelum berpindah ke sistem HPFS),
dan Microsoft Windows (hingga Windows Me). Untuk disket, FAT telah
distandardisasikan sebagai ECMA-107 dan ISO/IEC 9293. Standar-standar tersebut
hanya mencakup FAT12 dan FAT16 tanpa dukungan nama berkas panjang, karena
memang beberapa bagian dalam standar nama file panjang di dalam sistem berkas
FAT telah dipatenkan.
Sistem berkas ini digunakan oleh sistem operasi MS-DOS (hanya versi
FAT12 dan FAT16), Windows (hampir semua versi Windows; untuk versi FAT yang
didukung olehnya lihat pada bagian versi), GNU/Linux, dan masih banyak
sistem operasi lainnya yang juga mendukung, termasuk Macintosh Mac OS/X.
FAT12
FAT12 adalah sistem berkas yang menggunakan ukuran unit alokasi yang memiliki batas
hingga 12-bit, sehingga hanya dapat menyimpan maksimum hingga 212 unit
alokasi saja (4096 buah). Sistem berkas ini adalah sistem berkas asli dari FAT
yang pertama kali digunakan dalam sistem operasi MS-DOS.
Karena beberapa sistem operasi Windows menggunakan ukuran unit alokasi
sistem berkas yang dibuat berdasarkan ukuran sektor (kelipatan 512 byte, dari 1
sektor hingga 16 sektor), FAT12 memiliki batasan pada kapasitasnya, yakni
hingga 32 Megabyte. Karena itulah, FAT12 umumnya hanya digunakan sebagai sistem
berkas untuk media penyimpanan floppy
disk (disket). Tabel berikut berisi informasi sistem operasi apa saja yang
mendukung sistem berkas FAT12.
|
Sistem operasi
|
Dukungan
|
|
MS-DOS
|
Ya (semua versi MS-DOS)
|
|
Windows 95 (semua versi)
|
Ya
|
|
Windows 98
|
Ya
|
|
Windows Millennium Edition
|
Ya
|
|
Windows NT 3.x
|
Ya
|
|
Windows NT 4.0
|
Ya
|
|
Windows XP
|
Ya
|
|
Windows Server 2003
|
Ya
|
|
Windows Vista
|
Ya
|
FAT16
FAT16 adalah sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas
hingga 16-bit, sehingga dapat menyimpan hingga 216 unit alokasi (65536
buah). Sistem berkas ini memiliki batas kapasitas hingga ukuran 4 Gigabyte
saja. Ukuran unit alokasi yang digunakan oleh FAT16 bergantung pada kapasitas
partisi yang hendak diformat: jika ukuran partisi kurang dari 16 Megabyte, maka
Windows akan menggunakan sistem berkas FAT12, dan jika ukuran partisi lebih
besar dari 16 Megabyte, maka Windows akan menggunakan sistem berkas FAT16.
Tabel berikut berisi informasi sistem operasi apa saja yang mendukung sistem
berkas FAT16.
|
Sistem operasi
|
Dukungan
|
|
MS-DOS
|
Ya (versi 4.x ke atas); Tidak (sebelum versi 4.x)
|
|
Windows 95 (semua versi)
|
Ya
|
|
Windows 98
|
Ya
|
|
Windows Millennium Edition
|
Ya
|
|
Windows NT 3.x
|
Ya
|
|
Windows NT 4.0
|
Ya
|
|
Windows 2000
|
Ya
|
|
Windows XP
|
Ya
|
|
Windows Server 2003
|
Ya
|
|
Windows Vista
|
Ya
|
VFAT (Virtual FAT)
VFAT adalah sebuah variasi sistem berkas FAT16 yang mendukung nama
berkas panjang, hingga 255 karakter. Sistem berkas ini diintegrasikan
ke dalam sistem operasi Windows 95 dan Windows NT 3.51.
Meskipun mendukung nama berkas panjang, sebenarnya dalam struktur sistem berkas
ini tidak ada perubahan yang signifikan. Bahkan nama berkas panjang akan
memakai beberapa entri direktori secara sekaligus.
FAT 32
FAT 32 adalah yang merupakan perkembangan dari FAT 16 di perkenalkan
oleh Windows 95 SP2. FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlat cluster yang
lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk
menjadi lebih baik dibanding FAT16. Sistem ini dapat dibaca di berbagai
operating sistem seperti windows dan Linux namun di sistem table ini masih ada
kekurangannya.
Gambar di atas adalah properties dari Local Disk dengan File system format FAT32.
Berikut ini kelebihan dan kekurangannya :
Kelebihan :
1. baik untuk menghandle kapasitas hardisk yang tidak terlalu besar.
2. Terbaca Diberbagai operating sistem.
3. Dapat menampung jumlah cluster yang lebih banyak dibanding FAT 16.
Kekurangan :
1. Tidak dapat menangani file dengan kapasitas yang besar diatas 32 GB.
2. Tidak ada fitur keamanan.
3. Tidak ada fitur kompresi data.
4. Tidak ada fitur enskripsi data.
Dan berikut ini adalah data ukuran maksimal dan spesifikasi pada sistem FAT32 :
- Max ukuran filer 4 Gigabyte
- Max jumlah file 65.517
- Max panjang nama file 255
- Max ukuran partisi 2 Terabyte
- Memiliki file permission
1. baik untuk menghandle kapasitas hardisk yang tidak terlalu besar.
2. Terbaca Diberbagai operating sistem.
3. Dapat menampung jumlah cluster yang lebih banyak dibanding FAT 16.
Kekurangan :
1. Tidak dapat menangani file dengan kapasitas yang besar diatas 32 GB.
2. Tidak ada fitur keamanan.
3. Tidak ada fitur kompresi data.
4. Tidak ada fitur enskripsi data.
Dan berikut ini adalah data ukuran maksimal dan spesifikasi pada sistem FAT32 :
- Max ukuran filer 4 Gigabyte
- Max jumlah file 65.517
- Max panjang nama file 255
- Max ukuran partisi 2 Terabyte
- Memiliki file permission
NTFS
NTFS merupakan singkatan dari New Technology File System adalah file
berkas yang terbaru dari sebelumnya (FAT32) yang diperkenalkan oleh Windows
yang digunakan hingga sekarang. File berkas ini lebih baik dari pada file
berkas sebelumnya karena dilengkapi berbagai fitur tambahan yang tidak ada
terdapat dari file berkas yang terdahulunya.
NTFS merupakan sistem file yang memiliki sebuah desain sederhana namun
memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan sistem file FAT. Dalam NTFS,
semua data file data (nama file, tangal pembuatan, ijin akses, isi dan lokasi)
disimpan dalam metadata pada Master File Table (MFT).
NTFS pertama kali dikenalkan Microsoft pada sistem operasi Windows NT (1991-2007)
dan mendukung sistem operasi terbaru mulai Windows 7.
Dari gambar di atas sudah dapat
dilihat berbagai fitur NTFS yang terdapat pada tab nya , dan berikut ini adalah
kelebihan serta kekurangannya.
Kelebihan :
1. Dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna.
2. Mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan.
3. Mendukung kompresi data yang transparan meskipun tidak memiliki rasio yang besar, dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan harddisk.
Kelebihan :
1. Dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna.
2. Mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan.
3. Mendukung kompresi data yang transparan meskipun tidak memiliki rasio yang besar, dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan harddisk.
4. Mendukung hard link serta
symbolic link seperti halnya sistem berkas dalam sistem operasi keluarga UNIX,
meskipun dalam NTFS implementasinya lebih sederhana.
5. Mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255 karakter.
5. Mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255 karakter.
6. Memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data
dalam sebuah berkas.
Kekurangan:
1. Tidak support dengan banyak sistem operasi Lawas.
2. Tidak bisa terdeteksi ketika melakukan boot dengan floopy.
Namun, umumnya NTFS tidak kompatibel dengan sistem operasi lain yang
terinstall di komputer yang sama (Multi OS) bahkan sistem file ini juga tidak
dapat dikenal apabila kita melakukan StartUp Boot menggunakan floppy disk.
Karena itu, disarankan untuk menyediakan partisi kecil menggunakan sistem file
FAT di awal partisi, karena partisi ini dapat digunakan untuk menyimpan
Recovery Tool apabila mendapat masalah.
NTFS versi 1.0
NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 3.1. Versi ini menawarkan
fungsi yang sangat dasar, tetapi sudah jauh lebih baik dibandingkan sistem file
FAT.
NTFS versi 1.1
NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 3.50. Versi ini menambahkan
dukungan terhadap pengaturan akses secara diskrit (discretionary access
control).
NTFS versi 1.2
NTFS ini datang bersama dengan Windows NT 4.0. Versi ini menambahkan
dukungan terhadap auditing setiap berkas dan juga kompresi transparan.
NTFS versi 2.0
NTFS ini tidak dirilis Microsoft secara umum, karena berbagai kendala
yang dialaminya. Microsoft menggagalkan proyek NTFS 2.0 dan langsung menginjak
NTFS 3.0.
NTFS versi 3.0
NTFS ini datang bersama dengan Windows 2000. Versi ini menawarkan
banyak peningkatan dibandingkan dengan versi sebelumnya. Di antaranya adalah
penetapan kuota kepada setiap pengguna, Encrypting File System (EFS), sistem keamanan
yang dapat diatur dari server pusat, fitur indeksasi terhadap properti dan isi
setiap berkas, dan lain-lain. Selain itu, NTFS 3.0 juga menawarkan dukungan
kepada struktur GUID Partition Table dan Logical Disk Management.
NTFS versi 3.1
NTFS ini datang bersama dengan Windows XP SP1 dan Windows Server 2003.
Versi ini menawarkan perbaikan minor yang terjadi dalam versi sebelumnya
(khususnya di bidang performa), dan juga penggantian algoritma enkripsi yang
digunakan oleh EFS dari DESX atau 3DES menjadi AES-256.
Secara garis besar, perbandingan antara FAT32 dengan NTFS adalah sebagai berikut:
Secara garis besar, perbandingan antara FAT32 dengan NTFS adalah sebagai berikut:
1.
Kecepatan akses
Secara umum NTFS mempunyai kecepatan akses file yang lebih baik
daripada FAT32.
Ukuran partisi dan banyak file
NTFS dan FAT32 mempunyai ukuran maksimal partisi sebesar 2 Terabytes.
Ukuran maksimal file NTFS tidak terbatas sesuai ukuran partisi, begitu juga
dengan jumlah cluster NTFS tidak terbatas. Sementara ukuran maksimal file FAT32
sebesar 4 Gigabyte dan dengan jumlah cluster maksimal 268.435.456 cluster.
2.
Keamanan data
NTFS memiliki built in security yang memungkinkan untuk mengatur
permission dari masing-masing file maupun direktori, sedangkan FAT32 tidak
memilikinya.
3.
Daya tahan
NTFS menggunakan standard transaction logging sehingga pemulihan terhadap
kesalahan yang tidak diinginkan dapat dilakukan dengan mudah.
4.
Efisiensi penggunaan disk space
NTFS lebih hemat daripada FAT32 karena NTFS menggunakan cluster yang
lebih kecil.
5.
Kecocokan dengan sistem file lain
Partisi yang menggunakan NTFS hanya dapat diakses oleh partisi lain
yang juga menggunakan NTFS. Partisi yang menggunakan NTFS tidak dapat dibaca
oleh partisi yang menggunakan FAT32. Partisi yang menggunakan FAT32 dapat
diakses oleh partisi lain baik yang menggunakan FAT32 maupun NTFS. FAT32 lebih
compatible, baik dengan FAT32 sendiri maupun NTFS.
Dan berikut ini adalah data ukuran maksimal dan spesifikasi pada sistem NTFS:
- Max ukuran filer 16 Exabyte.
- Max jumlah file 4.294.967.295.
- Max panjang nama file 255.
- Max ukuran partisi 16 Exabyte.
- Memiliki fitur enkripsi dan file permission.
Dan berikut ini adalah table perbandingan di antara NTFS dan FAT :
|
Karakteristik
|
NTFS
|
FAT32
|
FAT16
|
|
Jumlah berkas dalam satu volume
|
232-1 berkas
|
228 berkas
|
228 berkas
|
|
Berkas atau subdirektori setiap direktori
|
Tidak terbatas
|
216-2 berkas atau direktori
|
216-2 berkas atau direktori
|
|
Kompatibilitas dengan sistem operasi DOS
|
Tidak
|
Tidak
|
Ya
|
|
Dapat dual-booting dengan Windows 95/98
|
Tidak
|
Ya (Windows 95 OSR 2.0 ke atas)
|
Ya (Semua versi)
|
|
Kompresi data transparan
|
Ya
|
Tidak
|
Tidak
|
|
Enkripsi Transparan
|
Ya (versi 3.0 ke atas)
|
Tidak
|
Tidak
|
|
Penetapan kuota ruangan untuk tiap pengguna
|
Ya
|
Tidak
|
Tidak
|
|
Ukuran berkas maksimum
|
264 - 1 byte
|
232 - 1 byte
|
232 - 1 byte
|
|
Ukuran cluster minimum
|
512 bytes (1 sektor)
|
512 bytes (1 sektor)
|
512 bytes (1 sektor)
|
|
Ukuran cluster maksimum
|
64 KB (128 sektor)
|
64 KB (128 sektor)
|
64 KB (128 sektor)
|
|
Ukuran partisi maksimum
|
232 cluster
|
4,177,198 cluster
|
2 Gigabyte (bisa sampai 4 Gigabyte pada Windows NT)
|
|
Jumlah berkas tiap partisi
|
232 - 1 berkas
|
228 berkas
|
216 berkas
|
|
Jumlah direktori tiap partisi
|
Tidak Terbatas
|
216 - 2 direktori
|
216 - 2 direktori
|
Format file NTFS mempunyai minimum cluster size 4 KB di harddisk, jadi sekecil apapun file yang kita buat akan dihitung sebesar 4 KB di harddisk. sedangkan Format file FAT32 cluster sizenya 32KB, jadi misalkan kita mempunyai file notepad yg isinya kecil pada saat kita save file tersebut akan tersimpan sebesar 32 KB di harddisk, dari sini bisa diambil kesimpulan juga kalau format file NTFS bisa lebih menghemat space di harddisk. NTFS merupakan teknologi baru sehingga secara keseluruhan performa meninggalkan FAT32 bila kita terapkan pada tahun sekarang ini.
Demikian pembahasan mengenai file sistem FAT dan NTFS serta perbedaannya baik kelebihan dan kekurangannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada saran atau komentar jangan ragu untuk menulis di kolom komentar ya. Kritik dan saran yang membangun akan sangat berguna untuk perbaikan artikel ini khususnya dan blog nickizoner pada umumnya.
Demikian pembahasan mengenai file sistem FAT dan NTFS serta perbedaannya baik kelebihan dan kekurangannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada saran atau komentar jangan ragu untuk menulis di kolom komentar ya. Kritik dan saran yang membangun akan sangat berguna untuk perbaikan artikel ini khususnya dan blog nickizoner pada umumnya.
Terimakasih.
Sumber:
1. http://www.notepedia.info/2015/02/perbedaan-fat32-dan-ntfs-kelebihan-dan.html diakses hari Sabtu, 28 Mei 2016, 21:34 WIB.
2. https://id.wikipedia.org/wiki/FAT#FAT12 diakses hari Selasa, 31 Mei 2016, 10:53 WIB.
3. http://www.gudangilmukomputer.com/2015/12/mengenal-sistem-file-file-system-pada-microsoft-windows.html diakses hari Selasa, 31 Mei 2016, 11:26
WIB.
4. https://id.wikipedia.org/wiki/NTFS diakses hari Selasa, 31 Mei 2016, 11:28 WIB.
Memahami Serangan Denial of Service
Dalam artikel ini saya akan menjelaskan mengenai jenis serangan yang bisa dikatakan tidak ada obatnya, yaitu denial of service atau DoS. Bila serangan DoS ini dilakukan secara beramai-ramai dan terorganisir dengan baik, maka akan menghasilkan kerusakan yang dahsyat dan sanggup melumpuhkan situs-situs populer seperti situs berita, sosial media, email service, pemerintahan, belanja online, e-commerce, perbankan.
Mengenal DoS
Denial of service adalah jenis serangan yang tujuannya adalah mencegah pengguna yang sesungguhnya menikmati layanan yang diberikan server. Server sesuai namanya adalah pelayan yang harus selalu siap melayani permintaan pengguna, yang umumnya beroperasi 24 jam tanpa henti. Contohnya adalah web server yang bertugas melayani pengunjung web menyediakan informasi dalam bentuk halaman html. Dalam kondisi normal, pengunjung dapat meminta resource dari web server untuk ditampilkan dalam browsernya, namun bila web server terkena serangan DoS maka pengunjung tidak bisa menikmati layanan web server.
Secara umum ada 2 cara melakukan serangan DoS:
1. Mematikan Server
2. Menyibukkan Server
- Tanpa bug/vulnerability
- Meng-exploit bug/vulnerability
DoS dengan Mematikan Server: Kill Them!
Anda pernah mengalami ingin memakai telepon umum atau ATM namun tidak bisa karena di mesin tersebut ditempel kertas berisi pesan “Out of Service” atau “Sedang dalam perbaikan”. Telepon umum adalah target serangan DoS yang biasa terjadi, dimana-mana kita menemukan telpon umum yang rusak karena serangan DoS seperti membanting gagang telpon, mencabut kabel, memecahkan LCD dan aksi-aksi lainnya.
Tujuan serangan ini adalah membuat server shutdown, reboot, crash, “not responding”. Jadi serangan ini menghasilkan kerusakan yang sifatnya persisten artinya kondisi DoS akan tetap terjadi walaupun attacker sudah berhenti menyerang, server baru normal kembali setelah di-restart/reboot.
Bagaimana cara serangan DoS ini dilakukan? Serangan ini dilakukan dengan meng-exploit bug/vulnerability pada server. Kata kunci pada vulnerability jenis ini biasanya adalah “specially/carefully crafted packet/request”, yang artinya paket yang dirancang khusus. Kenapa dirancang khusus? Sebab dalam paket itu mengandung sifat tertentu yang membuat server mati ketika mengolah paket khusus itu.
Mari kita perhatikan beberapa contoh vulnerability yang berakibat pada DoS attack:
Ping of Death ( CA-1996-26 )
Ini adalah jenis bug yang sudah sangat tua. Praktis sudah tidak ada lagi sistem yang vulnerable terhadap bug ini. Bug ini bila diexploit akan membuat server crash, freeze atau reboot. Serangan ini dilakukan dengan mengirimkan “specially crafted” paket berupa oversized ICMP packet, yaitu paket yang ukurannya di atas normal. Ketika server menerima dan memproses paket yang “aneh” ini, maka server akan crash, freeze atau reboot. Ini adalah contoh serangan DoS “one shot one kill” karena bisa merusak server hanya dengan satu tembakan saja.
MySQL IF Query DoS ( SA25188 )
Bug ini akan membuat mysql server menjadi crash hanya dengan mengirim sql khusus yang mengandung fungsi IF() contohnya: “SELECT id from example WHERE id IN(1, (SELECT IF(1=0,1,2/0)))”. Ini juga jenis serangan “one shot one kill”.
Cisco Global Site Selector DNS Request Denial of Service (SA33429)
Bug ini membuat DNS server Cisco mati dengan mengirimkan beberapa “specially crafted” paket request DNS dalam urutan tertentu.
Tiga contoh di atas kiranya cukup memberikan gambaran tentang bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah attacker memanfaatkan (baca:mengexploit) bug yang membuat server berhenti bekerja dan biasanya dilakukan sendirian secara remote dengan mengirimkan specially crafted packet.
DoS dengan Menyibukkan Server: Make Them As Busy As Possible!
Pada waktu menjelang lebaran kita sering merasa begitu sulit mengirim sms, bahkan sering terjadi gagal kirim. Begitu juga ketika berlangsung acara kuis di TV, mengelpon ke nomor untuk menjawab kuis terasa begitu sulit. Hal ini terjadi karena ada begitu banyak orang yang mengirim sms pada saat lebaran dan menelpon pada waktu kuis sehingga membuat jaringan telekomunikasi menjadi begitu sibuk sampai tidak bisa melayani pengguna lain. Peristiwa itu mirip dengan yang terjadi ketika sebuah server mendapat serangan denial of service. DoS yang terjadi pada peristiwa tersebut bukan jenis DoS yang mematikan server, namun jenis DoS yang menyibukkan server.
Jenis DoS ini bersifat sementara, server akan kembali normal bila attacker berhenti mengirimkan request yang membuat sibuk server.
DoS jenis ini terbagi lagi menjadi 2 jenis berdasarkan cara melakukan serangan:
1. Exploiting vulnerability: Menyerang dengan malicious request/packet
2. No vulnerability exploitation: Menyerang dengan normal request/packet
Membuat server sibuk dengan mengexploitasi vulnerability lebih cepat daripada tanpa mengeksploit vulnerability.
Make Server Busy by Exploiting Vulnerability
Dalam serangan DoS jenis ini, attacker memanfatkan bug yang membuat server berlebihan dalam menggunakan resource (cpu,memory,disk space dsb). Attacker akan mencari cara bagaimana agar membuat server bekerja ekstra keras (jauh lebih keras dari request normal) untuk melayani request dia. Biasanya serangan DoS jenis ini tidak berupa serangan “one shot one kill”. Serangan dilakukan dengan melakukan banyak request dengan setiap request membuat server mengonsumsi lebih banyak resource dari request yang normal.
Dalam hitungan matematika sederhana, bila attacker bisa membuat server bekerja selama 10 detik hanya untuk melayani dia (misal normalnya 0,1 detik), maka attacker bisa mengirimkan request 1.000x untuk membuat server melayani dia selama 10.000 detik (2,7 jam lebih) sehingga membuat pengguna lain tidak bisa menikmati layanan server.
Untuk lebih memahami DoS jenis ini, mari kita lihat contoh-contoh vulnerability yang bisa diexploit untuk melancarkan serangan DoS jenis ini:
TCP SYN Flood DoS
Ini adalah serangan DoS yang sudah sangat tua. Attacker menyerang dengan cara membanjiri server dengan malicious request berupa paket SYN dengan fake source IP address. SYN packet adalah paket dari client yang mengawali terbentuknya koneksi TCP/IP, setelah itu server akan membalas dengan SYN-ACK, dan dilengkapi dengan paket SYN-ACK-ACK dari client, tiga proses ini disebut three way handshake.
Triknya adalah pada fake source ip address pada paket SYN dari client. Akibatnya server akan mengirim SYN-ACK (step 2) ke ip address yang salah sehingga server juga tidak akan mendapatkan balasan SYN-ACK-ACK dari client. Padahal untuk setiap client yang mencoba membuka koneksi, server akan mengalokasikan resource seperti memori dan waktu untuk menunggu datangnya balasan ACK dari client. Dengan cara ini attacker menghabiskan resource server hanya untuk melayani request palsu dari attacker.
Apache mod_deflate DoS
Apache menggunakan mod_deflate untuk memampatkan file. Bila visitor meminta sebuah file, maka apache akan menggunakan mod_deflate untuk memampatkannya kemudian mengirimkan ke visitor tersebut. Namun bila di tengah proses pemampatan, visitor memutuskan koneksi TCP, Apache masih terus bekerja memampatkan file untuk visitor yang sebenarnya sudah tidak ada (sudah disconnect). Jadi bugnya adalah pada borosnya pemakaian resource cpu untuk memampatkan file untuk client yang sudah tidak ada.
Attacker memanfaatkan kelemahan ini dengan meminta sebuah file yang berukuran besar, kemudian dalam waktu singkat memutuskan koneksi sehingga membuat server bekerja keras mempatkan file untuk visitor yang sudah tidak ada. Request ini diulang berkali-kali sampai server begitu sibuknya dan semua resource cpu habis.
Dua contoh vulnerability di atas cukup menjelaskan bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah dengan mengirim banyak malicious request/paket yang membuat server mengonsumsi resource lebih banyak dan lebih lama untuk setiap requestnya.
Make Server Busy Without Exploiting Vulnerability
Ini adalah jenis serangan yang mengandalkan pada kemampuan mengirimkan normal request sebanyak-banyaknya sehingga server menjadi sibuk. Perbedaan DoS jenis ini dengan DoS yang mengexploit vulnerability adalah pada requestnya. Request yang dikirimkan pada DoS jenis ini adalah request yang normal seperti yang dilakukan pengguna biasa, sehingga server tidak mengonsumsi resource berlebihan. Sedangkan DoS yang mengandalkan vulnerability mengirimkan specially crafted malicious request untuk membuat server mengonsumsi resource lebih banyak untuk melayani malicious request tersebut.
Normal request hanya membuat server mengonsumsi resource dalam jumlah biasa-biasa saja, tidak akan mengganggu kerja server secara keseluruhan. Diperlukan normal request dalam jumlah yang sangat banyak untuk membuat server terganggu kerjanya. Jadi agar serangan ini menjadi efektif, maka serangan harus dilakukan beramai-ramai dari banyak tempat, semakin banyak penyerang semakin bagus hasilnya. Serangan ini juga disebut dengan distributed DoS (DDoS) karena dilakukan dari banyak lokasi yang terdistribusi (tersebar).
Serangan DDoS dilakukan dengan menggunakan komputer zombie atau robot. Zombie adalah komputer yang sudah dikuasai attacker sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh. Sekumpulan komputer zombie membentuk jaringan yang disebut bot-net. Attacker mendapatkan banyak zombie dengan menyebarkan virus atau worm, setiap komputer yang terinfeksi akan diinstall program yang membuat komputer bersedia menjalankan perintah dari attacker.
Gambar di atas menjelaskan cara kerja DDoS. Attacker memberi perintah kepada semua pasukannya untuk membuat request HTTP ke sebuah website. Bila pasukan yang dikuasai attacker sangat besar, maka web server akan dibanjiri request sehingga menjadi terlalu sibuk dan tidak bisa diakses oleh pengguna yang sebenarnya (real visitor).
Serangan jenis ini tidak ada obatnya karena attacker tidak meng-exploit bug atau vulnerability apapun. Bila pada jenis DoS yang lain, serangan dapat dicegah dengan melakukan patching atau update software, maka serangan ini tidak bisa dihentikan dengan update atau patch.
Kaedah serangan DDoS boleh menggunakan komputer anda untuk menyerang komputer lain. Dengan mengambil kesempatan daripada kelemahan atau celah-celah keamanan, seorang penyerang dapat mengambil alih komputer anda. Penyerang kemudian dapat memaksa komputer anda untuk mengirim jumlah data yang besar ke laman web atau menghantar spam kepada alamat e-mail tertentu. Serangan itu 'diedarkan' (distributed) kerana penyerang menggunakan komputer secara berbilang, termasuk komputer anda, untuk melancarkan serangan yang merusak.
Dengan kata mudah ambil contoh kita mengirim berbagai permintaan HTTP (HTTP Request) kepada sasaran. Pelayanan mempunyai lebar jalur yang tetap dan had bandwidth tertentu jadi apabila kita mengirim beribu-ribu permintaan atau sesi pada masa tertentu dari satu titik tunggal, setelah beberapa saat masa pelayanan tersebut (server) akan 'mati'.
Kesimpulan
Denial of service adalah serangan yang membuat server tidak bisa melayani pengguna yang sesungguhnya. Berikut adalah jenis-jenis serangan DoS berdasarkan cara melakukan serangan:
Mematikan Server: one shot, one kill untuk membuat server menjadi crash, hang, reboot.
Menyibukkan Server: mengirim banyak sekali request untuk membuat server sibuk.
Exploiting bug: mengirim banyak specially crafted request. Jumlah request tidak sebanyak jenis DoS yang menyibukkan server dengan normal request.
Normal request: mengirim banyak request normal seperti pengguna biasa. Diperlukan jumlah request yang lebih banyak dibandingkan jenis DoS yang menyibukkan server dengan exploit bug. Biasanya menggunakan botnet secara terdistribusi.
Sumber:
http://www.ilmuhacking.com/web-security/memahami-serangan-denial-of-service/ diakses hari Minggu, 13 Maret 2016 07:27 WIB
Dalam artikel ini saya akan menjelaskan mengenai jenis serangan yang bisa dikatakan tidak ada obatnya, yaitu denial of service atau DoS. Bila serangan DoS ini dilakukan secara beramai-ramai dan terorganisir dengan baik, maka akan menghasilkan kerusakan yang dahsyat dan sanggup melumpuhkan situs-situs populer seperti situs berita, sosial media, email service, pemerintahan, belanja online, e-commerce, perbankan.
Mengenal DoS
Denial of service adalah jenis serangan yang tujuannya adalah mencegah pengguna yang sesungguhnya menikmati layanan yang diberikan server. Server sesuai namanya adalah pelayan yang harus selalu siap melayani permintaan pengguna, yang umumnya beroperasi 24 jam tanpa henti. Contohnya adalah web server yang bertugas melayani pengunjung web menyediakan informasi dalam bentuk halaman html. Dalam kondisi normal, pengunjung dapat meminta resource dari web server untuk ditampilkan dalam browsernya, namun bila web server terkena serangan DoS maka pengunjung tidak bisa menikmati layanan web server.
Secara umum ada 2 cara melakukan serangan DoS:
1. Mematikan Server
2. Menyibukkan Server
- Tanpa bug/vulnerability
- Meng-exploit bug/vulnerability
DoS dengan Mematikan Server: Kill Them!
Anda pernah mengalami ingin memakai telepon umum atau ATM namun tidak bisa karena di mesin tersebut ditempel kertas berisi pesan “Out of Service” atau “Sedang dalam perbaikan”. Telepon umum adalah target serangan DoS yang biasa terjadi, dimana-mana kita menemukan telpon umum yang rusak karena serangan DoS seperti membanting gagang telpon, mencabut kabel, memecahkan LCD dan aksi-aksi lainnya.
Tujuan serangan ini adalah membuat server shutdown, reboot, crash, “not responding”. Jadi serangan ini menghasilkan kerusakan yang sifatnya persisten artinya kondisi DoS akan tetap terjadi walaupun attacker sudah berhenti menyerang, server baru normal kembali setelah di-restart/reboot.
Bagaimana cara serangan DoS ini dilakukan? Serangan ini dilakukan dengan meng-exploit bug/vulnerability pada server. Kata kunci pada vulnerability jenis ini biasanya adalah “specially/carefully crafted packet/request”, yang artinya paket yang dirancang khusus. Kenapa dirancang khusus? Sebab dalam paket itu mengandung sifat tertentu yang membuat server mati ketika mengolah paket khusus itu.
Mari kita perhatikan beberapa contoh vulnerability yang berakibat pada DoS attack:
Ping of Death ( CA-1996-26 )
Ini adalah jenis bug yang sudah sangat tua. Praktis sudah tidak ada lagi sistem yang vulnerable terhadap bug ini. Bug ini bila diexploit akan membuat server crash, freeze atau reboot. Serangan ini dilakukan dengan mengirimkan “specially crafted” paket berupa oversized ICMP packet, yaitu paket yang ukurannya di atas normal. Ketika server menerima dan memproses paket yang “aneh” ini, maka server akan crash, freeze atau reboot. Ini adalah contoh serangan DoS “one shot one kill” karena bisa merusak server hanya dengan satu tembakan saja.
MySQL IF Query DoS ( SA25188 )
Bug ini akan membuat mysql server menjadi crash hanya dengan mengirim sql khusus yang mengandung fungsi IF() contohnya: “SELECT id from example WHERE id IN(1, (SELECT IF(1=0,1,2/0)))”. Ini juga jenis serangan “one shot one kill”.
Cisco Global Site Selector DNS Request Denial of Service (SA33429)
Bug ini membuat DNS server Cisco mati dengan mengirimkan beberapa “specially crafted” paket request DNS dalam urutan tertentu.
Tiga contoh di atas kiranya cukup memberikan gambaran tentang bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah attacker memanfaatkan (baca:mengexploit) bug yang membuat server berhenti bekerja dan biasanya dilakukan sendirian secara remote dengan mengirimkan specially crafted packet.
DoS dengan Menyibukkan Server: Make Them As Busy As Possible!
Pada waktu menjelang lebaran kita sering merasa begitu sulit mengirim sms, bahkan sering terjadi gagal kirim. Begitu juga ketika berlangsung acara kuis di TV, mengelpon ke nomor untuk menjawab kuis terasa begitu sulit. Hal ini terjadi karena ada begitu banyak orang yang mengirim sms pada saat lebaran dan menelpon pada waktu kuis sehingga membuat jaringan telekomunikasi menjadi begitu sibuk sampai tidak bisa melayani pengguna lain. Peristiwa itu mirip dengan yang terjadi ketika sebuah server mendapat serangan denial of service. DoS yang terjadi pada peristiwa tersebut bukan jenis DoS yang mematikan server, namun jenis DoS yang menyibukkan server.
Jenis DoS ini bersifat sementara, server akan kembali normal bila attacker berhenti mengirimkan request yang membuat sibuk server.
DoS jenis ini terbagi lagi menjadi 2 jenis berdasarkan cara melakukan serangan:
1. Exploiting vulnerability: Menyerang dengan malicious request/packet
2. No vulnerability exploitation: Menyerang dengan normal request/packet
Membuat server sibuk dengan mengexploitasi vulnerability lebih cepat daripada tanpa mengeksploit vulnerability.
Make Server Busy by Exploiting Vulnerability
Dalam serangan DoS jenis ini, attacker memanfatkan bug yang membuat server berlebihan dalam menggunakan resource (cpu,memory,disk space dsb). Attacker akan mencari cara bagaimana agar membuat server bekerja ekstra keras (jauh lebih keras dari request normal) untuk melayani request dia. Biasanya serangan DoS jenis ini tidak berupa serangan “one shot one kill”. Serangan dilakukan dengan melakukan banyak request dengan setiap request membuat server mengonsumsi lebih banyak resource dari request yang normal.
Dalam hitungan matematika sederhana, bila attacker bisa membuat server bekerja selama 10 detik hanya untuk melayani dia (misal normalnya 0,1 detik), maka attacker bisa mengirimkan request 1.000x untuk membuat server melayani dia selama 10.000 detik (2,7 jam lebih) sehingga membuat pengguna lain tidak bisa menikmati layanan server.
Untuk lebih memahami DoS jenis ini, mari kita lihat contoh-contoh vulnerability yang bisa diexploit untuk melancarkan serangan DoS jenis ini:
TCP SYN Flood DoS
Ini adalah serangan DoS yang sudah sangat tua. Attacker menyerang dengan cara membanjiri server dengan malicious request berupa paket SYN dengan fake source IP address. SYN packet adalah paket dari client yang mengawali terbentuknya koneksi TCP/IP, setelah itu server akan membalas dengan SYN-ACK, dan dilengkapi dengan paket SYN-ACK-ACK dari client, tiga proses ini disebut three way handshake.
Triknya adalah pada fake source ip address pada paket SYN dari client. Akibatnya server akan mengirim SYN-ACK (step 2) ke ip address yang salah sehingga server juga tidak akan mendapatkan balasan SYN-ACK-ACK dari client. Padahal untuk setiap client yang mencoba membuka koneksi, server akan mengalokasikan resource seperti memori dan waktu untuk menunggu datangnya balasan ACK dari client. Dengan cara ini attacker menghabiskan resource server hanya untuk melayani request palsu dari attacker.
Apache mod_deflate DoS
Apache menggunakan mod_deflate untuk memampatkan file. Bila visitor meminta sebuah file, maka apache akan menggunakan mod_deflate untuk memampatkannya kemudian mengirimkan ke visitor tersebut. Namun bila di tengah proses pemampatan, visitor memutuskan koneksi TCP, Apache masih terus bekerja memampatkan file untuk visitor yang sebenarnya sudah tidak ada (sudah disconnect). Jadi bugnya adalah pada borosnya pemakaian resource cpu untuk memampatkan file untuk client yang sudah tidak ada.
Attacker memanfaatkan kelemahan ini dengan meminta sebuah file yang berukuran besar, kemudian dalam waktu singkat memutuskan koneksi sehingga membuat server bekerja keras mempatkan file untuk visitor yang sudah tidak ada. Request ini diulang berkali-kali sampai server begitu sibuknya dan semua resource cpu habis.
Dua contoh vulnerability di atas cukup menjelaskan bagaimana serangan DoS jenis ini dilakukan. Pada intinya adalah dengan mengirim banyak malicious request/paket yang membuat server mengonsumsi resource lebih banyak dan lebih lama untuk setiap requestnya.
Make Server Busy Without Exploiting Vulnerability
Ini adalah jenis serangan yang mengandalkan pada kemampuan mengirimkan normal request sebanyak-banyaknya sehingga server menjadi sibuk. Perbedaan DoS jenis ini dengan DoS yang mengexploit vulnerability adalah pada requestnya. Request yang dikirimkan pada DoS jenis ini adalah request yang normal seperti yang dilakukan pengguna biasa, sehingga server tidak mengonsumsi resource berlebihan. Sedangkan DoS yang mengandalkan vulnerability mengirimkan specially crafted malicious request untuk membuat server mengonsumsi resource lebih banyak untuk melayani malicious request tersebut.
Normal request hanya membuat server mengonsumsi resource dalam jumlah biasa-biasa saja, tidak akan mengganggu kerja server secara keseluruhan. Diperlukan normal request dalam jumlah yang sangat banyak untuk membuat server terganggu kerjanya. Jadi agar serangan ini menjadi efektif, maka serangan harus dilakukan beramai-ramai dari banyak tempat, semakin banyak penyerang semakin bagus hasilnya. Serangan ini juga disebut dengan distributed DoS (DDoS) karena dilakukan dari banyak lokasi yang terdistribusi (tersebar).
Serangan DDoS dilakukan dengan menggunakan komputer zombie atau robot. Zombie adalah komputer yang sudah dikuasai attacker sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh. Sekumpulan komputer zombie membentuk jaringan yang disebut bot-net. Attacker mendapatkan banyak zombie dengan menyebarkan virus atau worm, setiap komputer yang terinfeksi akan diinstall program yang membuat komputer bersedia menjalankan perintah dari attacker.
Courtesy of: www.dos-attack.net
Gambar di atas menjelaskan cara kerja DDoS. Attacker memberi perintah kepada semua pasukannya untuk membuat request HTTP ke sebuah website. Bila pasukan yang dikuasai attacker sangat besar, maka web server akan dibanjiri request sehingga menjadi terlalu sibuk dan tidak bisa diakses oleh pengguna yang sebenarnya (real visitor).
Serangan jenis ini tidak ada obatnya karena attacker tidak meng-exploit bug atau vulnerability apapun. Bila pada jenis DoS yang lain, serangan dapat dicegah dengan melakukan patching atau update software, maka serangan ini tidak bisa dihentikan dengan update atau patch.
Kaedah serangan DDoS boleh menggunakan komputer anda untuk menyerang komputer lain. Dengan mengambil kesempatan daripada kelemahan atau celah-celah keamanan, seorang penyerang dapat mengambil alih komputer anda. Penyerang kemudian dapat memaksa komputer anda untuk mengirim jumlah data yang besar ke laman web atau menghantar spam kepada alamat e-mail tertentu. Serangan itu 'diedarkan' (distributed) kerana penyerang menggunakan komputer secara berbilang, termasuk komputer anda, untuk melancarkan serangan yang merusak.
Dengan kata mudah ambil contoh kita mengirim berbagai permintaan HTTP (HTTP Request) kepada sasaran. Pelayanan mempunyai lebar jalur yang tetap dan had bandwidth tertentu jadi apabila kita mengirim beribu-ribu permintaan atau sesi pada masa tertentu dari satu titik tunggal, setelah beberapa saat masa pelayanan tersebut (server) akan 'mati'.
Kesimpulan
Denial of service adalah serangan yang membuat server tidak bisa melayani pengguna yang sesungguhnya. Berikut adalah jenis-jenis serangan DoS berdasarkan cara melakukan serangan:
Mematikan Server: one shot, one kill untuk membuat server menjadi crash, hang, reboot.
Menyibukkan Server: mengirim banyak sekali request untuk membuat server sibuk.
Exploiting bug: mengirim banyak specially crafted request. Jumlah request tidak sebanyak jenis DoS yang menyibukkan server dengan normal request.
Normal request: mengirim banyak request normal seperti pengguna biasa. Diperlukan jumlah request yang lebih banyak dibandingkan jenis DoS yang menyibukkan server dengan exploit bug. Biasanya menggunakan botnet secara terdistribusi.
Sumber:
http://www.ilmuhacking.com/web-security/memahami-serangan-denial-of-service/ diakses hari Minggu, 13 Maret 2016 07:27 WIB























